Politik Pemerintahan

Sejumlah Kelemahan Perpusda Jember di Mata Perlemen

Sunarsi Khoris dari PKB [foto: Facebook]

Jember (beritajatim.com) – Ada sejumlah kelemahan perpustakaan daerah (perpusda) di mata DPRD Jember, Jawa Timur. Perpusda menjadi salah satu rekomendasi parlemen terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2020.

“Kabupaten Jember masuk dalam peringkat ke sembilan dalam hal kemampuan literasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik pada 2020. Padahal Jember memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kemampuan literasi mengingat memiliki perguruan tinggi negeri dan komunitas literasi,” kata Sunarsi Khoris, juru bicara DPRD Jember dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Dalam pandangan parlemen, perpustakaan umum daerah masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar nasional perpustakaan. “Salah satu kriteria yang belum dipenuhi adalah ketersediaan koleksi buku yang harusnya selalu ‘up to date, dan kalau perlu disesuaikan dengan kondisi zaman yaitu berbasis digital,” kata Sunarsi.

“Kriteria lainnya adalah belum terpenuhinya standar sarana dan prasarana, misalnya tempat duduk untuk membaca yang masih terbatas jumlahnya. Tidak semua ruangan menggunakan AC. Warna cat dinding perpustakaan umum juga masih monoton dan terkesan kaku,” kata Sunarsi.

“Pencahayaan kurang, sehingga tidak memberikan rasa nyaman untuk menghabiskan waktu lama di perpustakaan. Selain itu dukungan petugas perpustakaan umum dan terobosan yang lebih inovatif juga belum tampak,” tambah Sunarsi.

Pemerintah Kabupaten Jember didorong untuk meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan daerah, seperti koleksi buku, gedung, perpustakaan digital, dan perpustakaan mobil. “Pemerintah Kabupaten Jember juga diminta mendorong pembinaan perpustakaan di fasilitas publik, kantor-kantor pemerintah, serta di desa,” kata Sunarsi.

DPRD Jember juga melihat pemerintah daerah belum memaksimalkan potensi perguruan tinggi negeri dan komunitas literasi untuk mendorong budaya literasi. Pemkab Jember diminta oleh parlemen untuk berkolaborasi dan melakukan pemberdayaan pada komunitas literasi untuk  mendorong budaya literasi pada masyarakat. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar