Politik Pemerintahan

Sejarah Baru Dicetak BPSDM, Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Grahadi

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 60 orang dari sejumlah provinsi di Indonesia mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim. Pembukaan acara tersebut digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Dari 60 orang tersebut, sebanyak tujuh orang berasal dari Pemprov Jatim, empat orang dari Pemprov Kalimantan Barat, 20 orang dari Kabupaten atau Kota di Jatim dan 22 orang lainnya berasal dari kabupaten atau kota di luar Jatim. Selain itu, ada lima orang dari Kejaksaan Agung (Kejagung), satu orang dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan satu orang lagi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung mengatakan, untuk pertama kali di era Gubernur Khofifah ini PKN digelar di Gedung Negara Grahadi, yang sebelumnya digelar di Gedung BPSDM Jatim (dulu Badan Diklat Provinsi Jatim).

Menurutnya, penyelenggaraan di Gedung Negara Grahadi sangat layak dan tepat karena peserta adalah para calon pemimpin nasional di masa depan.

“Saya mengajak para peserta pelatihan tidak menyia-nyiakan waktu. Selama berada di Surabaya, di sela libur pelatihan bisa mengunjungi berbagai lokasi wisata di Jatim. Di antaranya, ke Bromo atau tempat-tempat lainnya yang menarik,” katanya kepada wartawan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, yang terpenting dari pelaksanaan PKN ini adalah bagaimana membangun keterpaduan antardaerah. PKN ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan bagi calon-calon pemimpin di daerahnya masing-masing.

“Mereka (peserta PKN) adalah para pemimpin di tingkatannya masing-masing. Tentu ke depannya diharapkan akan menjadi pemimpin yang lebih tinggi lagi di tingkatannya masing-masing,” kata Khofifah usai membuka PKN Tingkat II Angkatan II.

Orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, LKN ini juga bertujuan meningkatkan kreativitas para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan berpengaruh pada hasil capaian kerjanya. Jika ASN tanpa kreativitas, tanpa inovasi, maka akan berhenti. “Hari ini kita bersaing dengan digital IT. Coba bayangkan, hari ini ternyata kerja keras saja tidak cukup, kerja cepat saja tidak cukup, tetapi ada tingkat akurasi, tingkat presisi, yang juga harus dilihat bagaimana surrounding kita,” jelasnya.

Khofifah kemudian mengutip pesan yang kerap disampaikan Presiden Jokowi, yakni bahwa hari ini kita bekerja lebih baik dari yang kemarin saja belum cukup, hari ini kita harus bekerja lebih baik dari negara lain. “Kita bisa melihat negara tetangga kita Malaysia maupun Singapura yang digitalisasi IT-nya sudah sangat advance (maju). Bekerja cepat, bekerja akurat, dan penuh kreativitas dan inovasi itu harus ditopang oleh digital IT. Semua itu adalah sebuah kebutuhan,” pungkas Khofifah. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar