Politik Pemerintahan

Sehari, Bawaslu Ponorogo Didemo 2 Kali, ini Tuntutannya

Massa membawa tulisan yang menyemangati Bawaslu untuk bekerja netral dan profesional. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam sehari ini, dua kelompok massa melakukan aksi demo di depan kantor Bawaslu Ponorogo, jalan Trunojoyo No. 147 Ponorogo. Yang pertama, pada pukul 10.00 WIB, massa Foreper (front relawan pejuang republik) Adil. Kemudian demo yang kedua, sekitar pukul 13.00 WIB dari masyarakat peduli pilkada damai (Mapilda).

Massa dari Foreper Adil meminta Bawaslu Ponorogo untuk bekerja profesional dalam pengawasan Pilkada Ponorogo. Sebab, pendemo menilai kinerja Bawaslu setengah hati dalam merespon laporan yang masuk dari masyarakat. Perwakilan dari Foreper Adil, Didik Hariyanto mencontohkan ada orang yang melapor, namun pelapor ini tidak dimintai keterangan sebagai saksi. Malah yang dijadikan saksi adalah yang mengantar surat laporan dari pelapor ke Bawaslu.

“Artinya, profesionalisme dari petugas dipertanyakan. Mengingat, ada orang yang mengadukan tapi yang diperiksa kurirnya sebagai penanganan laporan. Kalau seperti ini pengaduan yang ditemukan masyarakat jadi sia-sia,” katanya.

Sedangkan masaa dari Mapilda menyerukan mendukung penuh kinerja Bawaslu Ponorogo. Mereka meminta Bawaslu bekerja sesuai dengan tupoksinya. Bekerja sesuai dengan Undang-Undang. Jangan takut akan intimidasi dan profokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Selain itu juga meminta Bawaslu Ponorogo untuk netral dan tidak memihak ke salah satu pasangan calon (paslon).

“Kami mendorong Bawaslu untuk bersikap netral dalam mengawasi pesta demokrasi di Ponorogo tahun ini. Jangan takut pada segala bentuk intervensi dari pihak manapun,” kata koordinasi Mapilda Pujiana.

Sementara itu, ketua Bawaslu Ponorogo Muhammad Saefulloh menanggapi santai dua unjuk rasa yang dilakukan di depan kantornya tersebut. Dia menilai, demo ini sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan Bawaslu bekerja sesuai aturan dan ketentuan. Dia juga mengartikan adanya intervensi itu, bagaimana masyarakat menginginkan Bawaslu tetap independen, netral.

“Saya tegaskan, Bawaslu Ponorogo bekerja sesuai dengan aturan dan ketentuan. Kami juga bekerja profesional dalam menangani segala dugaan pelanggaran yang dilaporkan masyarakat,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar