Politik Pemerintahan

Sedot Rp 50 Miliar, Jombang Salurkan BLT ke 77.686 KK Terdampak Covid-19

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Kamis (7/5/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 77.686 KK (kepala keluarga) di Jombang terdata sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dampak Covid-19. Mereka mendapatkan bantuan Rp 200 ribu per bulan selama tiga bulan ke depan. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten.

“BLT yang bersumber dari APBD Jombang tersebut sudah tersalur semua mulai kemarin. Kita kirim ke rekening kas desa masing-masing melalui Bank Jombang. Nama-nama penerima bantuan juga sudah ditempelkan di kantor desa dan tempat strategis lainnya,” ujar Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat mengunjungi Kantor PWI Jombang, Kamis (7/5/2020).

Bupati menjelaskan, soal teknis pembagian bisa dilaksanakan di balai desa, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Yakni tidak memicu kerumunan, tetap jaga jarak, serta cuci tangan. “Kita melakukan monitoring. Alhmadulillah, semua berjalan lancar,” ujar perempuan yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jatim ini.

Berapa besaran APBD untuk program BLT tersebut? Mundjidah mengungkapkan, dana BLT selama tiga bulan tersebut mencapai Rp 50 Miliar. Rincianya, setiap KK menerima Rp 200 ribu per bulan, sementara jumlah penerima mencapai 77.686.

“Jadi setiap bulan anggaran yang kita kucurkan sekitar Rp 16 miliar. Kalau selama tiga bulan sebesar Rp 50 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Jombang. Kami berharap bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, selain BLT dari APBD Jombang, ada juga program serupa yang bersumber dari pusat dan provinsi. Di antaranya, BLT Kemensos, BLT DD (Dana Desa), BLT Provinsi. Memang, masing-masing program besarannya berbeda. Semisal untuk BLT Kemensos dan BLT DD sebesar Rp 600 ribu per penerima.

“Antara program satu dan program lainnya tidak boleh ada penerima ganda. Semisal, jika sudah mendapat BLT APBD Jombang, maka tidak boleh mendapatkan lagi BLT Kemensos. Makanya, data penerima bansos ini diumumkan secara terbuka agar tidak ada penerima ganda,” ujar Mundjidah. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar