Politik Pemerintahan

Sedot APBN Ratusan Miliar, Pelabuhan Trunojoyo Minim Fasilitas

Pelabuhan Trunojoyo di Kabupaten Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Mega proyek pelabuhan Trunojoyo di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, telah menyedot ratusan milyar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tetapi, sampai saat ini ketersediaan fasilitas di pelabuhan tersebut masih minim.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) II Branta, Edi Kuswanto membenarkan bahwa fasilitas di pelabuhan Trunojoyo masih minim. Bahkan bisa dikatakan masih nol persen dari rencana awal.

“Terus terang, fasilitas untuk kenyamanan penumpang masih nol persen. Karena itu, setiap tahun kami ajukan program pembangunan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan ke Pemerintah Pusat,” terangnya, Rabu (01/07/2020).

Edi menambahkan, sejumlah fasilitas yang dibutuhkan antara lain, toilet, ruang tunggu penumpang dan musola, termasuk satrol atau kendaraan khusus untuk mengangkut para penumpang kapal dari pintu masuk pelabuhan ke dermaga.

“Jarak antara pintu masuk pelabuhan dengan dermaga cukup jauh yakni sekitar 1,8 kilometer. Jadi butuh fasilitas penunjang agar pelayanan bisa lebih maksimal,” ujarnya

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Fauzan Adima meminta agar Pemkab setempat aktif berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait dengan peningkatan pelayanan di pelabuhan Trunojoyo. “Pelabuhan Trunojoyo harus bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Sekedar diketahui, jejak kucuran APBN mega proyek pembangunan pelabuhan Trunojoyo, dimulai sejak 2009 dengan dana Rp 6 milyar untuk urukan dan causeway. Sedangkan Pada 2010 lalu juga telah dianggarkan Rp 10 miliar untuk causeway serta lapangan.

Kemudian pada 2011 dianggarkan Rp 35 miliar yang digunakan untuk trestle. 2012 disediakan anggaran Rp 40 miliar untuk tiang pancang dan trestle. Sementara 2013 dianggarkan Rp 35 miliar untuk kelanjutan trestle dan Rp 40 miliar di 2014 lagi-lagi untuk tiang pancang dan trestle.

Lalu di 2015 ada anggaran Rp 30 miliar khusus modul dan trestle. Pada 2016 dianggarkan Rp 19 miliar untuk pembangunan dermaga. Pada 2017 anggaran Rp 19 miliar khusus pembangunan kantor, finishing dermaga, rumah dinas, gapura, gudang, dan rumah genset.

Terakhir, di 2018 pelabuhan tersebut kembali digerojok Rp 19 milyar untuk lanjutan pembangunan fasilitas. Tak cukup di situ di 2020 Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 milyar untuk membangun dermaga plengsengan pelabuhan.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar