Politik Pemerintahan

Sebelum Menyegel, Satpol PP Kabupaten Mojokerto Kirim Surat Teguran 3 Kali ke Pengelola Tower

Satpol PP Kabupaten Mojokerto menyegel tower di Dusun Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebelum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto melakukan penyegelan terhadap tower telekomunikasi di Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten pada Kamis (10/9/2020) lalu, pihaknya sudah memberikan surat teguran. Tower telekomunikasi milk PT Tower Bersama Group (TBG) tersedia tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepala Satpol PP Pamong Praja Kabupaten Mojokerto, Noerhono mengatakan, pihaknya sudah melayangkan tiga kali surat teguran namun tidak direspon oleh pengelola tower telekomunikasi tersebut. “Dipastikan tower itu ternyata menyala (Dioperasikan) sehingga oleh anggota Satpol PP dilakukan penyegelan,” ungkapnya, Sabtu (12/9/2020).

Masih kata Noerhono, penyegelan tersebut akan dibuka kembali jika pengelola tower telah mengurus izin IMB di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto. Lantaran tower telekomunikasi tersebut diduga tidak berizin setelah petugas melakukan penyelidikan.

“Kami pastikan tower yang disegel ini tidak beroperasi sebelum mendapat izin IMB dari perizinan. Banyak tower telekomunikasi diduga belum mengantongi izin yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Mojokerto. Sebelum kita tertibkan, kita terlebih dulu akan mengirim surat teguran sampai tiga kali ke pihak pengelola,” katanya.

Jika masih tidak representatif dan mengurus izin maka sesuai ketentuan akan dilakukan sikap tegas berupa penyegelan tower telekomunikasi. Pihaknya berharap, para pemilik tower telekomunikasi untuk taat hukum agar petugas tidak melakukan penyegelan. Pihaknya menduga, pemilik tower kesulitan mengurus perizinan dari warga setempat.

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Zaki menambahkan, pihaknya sudah melakukan imbauan dan melayangkan surat teguran bahwa tower tersebut diperbolehkan beroperasi sebelum memiliki izin lengkap sesuai peraturan perizinan. “Kita melakukan penyelidikan pada 21 Agustus lalu dan saat itu kondisi tower belum dipasang jaringan listrik,” ujarnya.

Masih kata Zaki, petugas mendapati tower telekomunikasi tersebut telah beroperasi sehingga dilakukan pemutusan aliran listrik dan penyegelan. Sehingga pihaknya mematikan MCB dan melakukan penyegelan, saat segel dibuka maka nantinya akan ketahuan.

Ditambahkannya, penyegelan ini dilakukan lantaran tower telekomunikasi milk PT. Tower Bersama Group (TBG) itu tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). “Kita melakukan penyegelan bukan
pengerusakan sehingga tower ini tidak diperbolehkan beroperasi sebelum mengantongi izin IMB,” tegasnya.[tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar