Politik Pemerintahan

Sebelum Bertugas, Petugas Coklit Dibekali APD

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 2.080 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) sudah menjalani rapid test. Rapid test yang dilaksanakan pada tanggal 11-14 Juli tersebut, dilakukan secara terpisah tiap kecamatan. Biasanya bertempat di pendopo kecamatan dan puskesmas.

“Jadi rapid test terhadap PPDP itu sudah selesai, dilaksanakan di pendopo kecamatan dan ada beberapa yang juga dilakukan di puskesmas,” kata Ketua KPU Ponorogo Munajat, Selasa (14/7/2020).

Meski sudah selesai melakukan rapid test, KPU Ponorogo enggan membuka hasil rapid test itu. Munajat menutup rapat, berapa jumlah petugas yang hasil rapidnya reaktif ataupun non reaktif. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, jika ada petugas yang reaktif akan segera diganti.

Pegawai KPU menata APD yang akan diberikan ke petugas. (Foto/Endra Dwiono)

“Kalau Dinkes memberitahu ada petugas yang reaktif akan kami ganti. Kemudian petugas pengganti ini juga dirapid dulu sebelum bertugas. Sedangkan yang reaktif itu menjadi tanggungjawab Dinkes untuk menanganinya,” katanya.

Kemudian bagi petugas yang sudah lulus tes anti bodi atau hasilnya non reaktif, sebelum melakukan mencocokkan data calon pemilih, KPU Ponorogo membekalinya dengan berbagai alat pelindung diri (APD). APD yang dibagikan ada empat macam. Yakni face shield, masker, hand sanitizer, dan sarung tangan.

“Hari ini APD mulai dibagikan kepada PPDP, pembagiannya pun dibagi per kecamatan oleh PPK,” katanya.

Tahapan pencocokan dan penelitian (coklit), digelar pada tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2020. PPDP akan mendatangi dari rumah ke rumah, warga cukup menyiapkan KTP maupun KK sebagai bukti. Munajat menyebut, jika ada anggota keluarga yang positif Covid-19, anggota keluarga lainnya cukup memberitahu petugas saja.

“Jika diperlukan, petugas akan mengecek apakah orang yang ada di dalam rumah sesuai data. Tapi bagi ada yang positifpositif Covid-19, petugas cukup mencari tahu lewat anggota keluarganya saja, tidak perlu ke rumah sakit,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar