Politik Pemerintahan

Pilkada Sumenep

Satu Segmen Debat Publik Putaran Kedua Gunakan Bahasa Madura

Sumenep (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menggelar debat publik putaran kedua pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Senin (23/11/2020).

Debat kedua ini mengambil tema ‘Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah di Tengah Covid-19’. Ada tiga Panelis dalam debat putaran kedua ini, yakni Dr. Sjaifurrahman, SH., CV,. MH. dan Dr. rer. Pol. Romy Hermawan, S.Sos., M.Ap. serta Abdus Salam, S.Sos., M.Si.

Seperti pelaksanaan debat tahap pertama, di tahap kedua ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Setiap yang akan masuk harus mematuhi 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bahkan tidak hanya masker, melainkan juga mengenakan face shield dan sarung tangan. Peserta yang hadir juga dibatasi. Selain dua pasamgan calon dan 5 komisioner KPU, pasangan calon hanya diijinkan membawa maksimal 4 orang.

Dalam debat kedua ini, calon bupati nomor urut 1, yakni Achmad Fauzi, hadir sendiri tanpa didampingi calon wakil bupatinya, Hj Dewi Khalifah atau Nyai Eva, karena masih dalam masa iddah, setelah suaminya meninggal pada akhir september 2020. Sedangkan untuk paslon nomor urut 2, hadir lengkap calon bupati, Fattah Jasin dan Calon wakil bupati, KH Ali Fikri.

Ada yang berbeda dalam debat publik kali ini. Betapa tidak, ada satu segmen, yakni di segmen 5, digelar menggunakan bahasa madura. Mulai Pertanyaan yang diajukan, jawaban, hingga tanggapan pasangan calon, semua menggunakan bahasa madura.

Menurut Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanzil, sebagai calon pemimpin sumenep, maka harus dekat dengan kearifan lokal, termasuk penggunaan bahasa madura. “Ini kan calon pemimpin Sumenep. Jadi semestiny juga menguasai bahasa ibu di sini. Karena itulah, dalam debat publik tahap dua ini, satu segmen digelar khusus menggunakan bahasa Madura,” paparnya.

Pilbup Sumenep 2020 diikuti dua pasangan calon, yaitu Achmad Fauzi – Nyai Hj. Dewi Khalifah (nomor urut 1) dan pasangan Fattah Jasin – KH. Ali Fikri (nomor urut 2). Pasangan Achmad Fauzi – Hj. Dewi Khalifah diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Sedangkan pasangan Fattah Jasin – KH. Ali Fikri diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Golkar sebagai partai pendukung. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar