Politik Pemerintahan

Satpol PP Pantau Surat Edaran Wali Kota Mojokerto Terkait Physical Distancing

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Mojokerto, Wali Kota menerbitkan Surat Edaran terkait physical distancing sejumlah jalan protokol di Kota Mojokerto.

Physical distancing tersebut mulai diberlakukan sejak tanggal 25 April sampai 30 Mei 2020.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto langsung terjun ke lokasi untuk memantau physical distancing sejumlah jalan protokol di Kota Mojokerto, Sabtu (25/4/2020) malam. Physical distancing di sejumlah jalan protokol tersebut mulai dilakukan sejak pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB.

Sekertaris Satpol PP Kota Mojokerto, Sugiantoro mengatakan, sesuai dengan SE Walikota Mojokerto nomor surat 443.33/4026/417.309/2020, physical distancing di beberapa ruas jalan di tengah perkotaan di Kota Mojokerto.

“Hal ini tak lepas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya, Minggu (26/4/2020).

Physical distancing tersebut ada di delapan titik. Diantaranya di Jalan Majapahit, Jalan Benteng Pancasila, Jalan Raya Ijen sebelah Timur dan Jalan Mayjen Sungkono Utara. Tak hanya jalan, Pemkot Mojokerto juga membatasi buka tutup pertokohan, cafe, warung dan Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga rumah makan kecuali toko penyedia obat obatan.

“Tak hanya jalan, pembatasan jam buka tutup terhadap seluruh PKL, toko modern, rumah makan, warung, cafe dan sejenisnya. Kecuali toko obat, minimal harus sudah tutup pada pukul 19.00 WIB, ini sesuai dengan surat edaran Walikota. Yang jelas upaya ini untuk memutus mata rantai Corona,” katanya.

Jika mana masih ada warung ataupun pertokoan yang tetep nekat buka, pihaknya akan terus melakukan himbauan agar segara ditutup. Menurutnya, jika bukan kita, siapa lagi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar