Politik Pemerintahan

Satpol PP Kabupaten Mojokerto Temukan 8 Tower Telekomunikasi Tanpa Izin

Satpol PP Kabupaten Mojokerto menyegel tower di Dusun Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/9/2020) pekan lalu. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto melakukan penyelidikan terkait keberadaan sejumlah tower telekomunikasi yang terdeteksi belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedikitnya, ada delapan tower telekomunikasi yang diduga ilegal.

Sebanyak delapan tower telekomunikasi diduga belum mengantongi izin IMB tersebut ada di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Diduga tower-tower tersebut telah beroperasi meski belum mengantongi izin lengkap dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto.

Kepala Satpol PP Pamong Praja Kabupaten Mojokerto, Noerhono mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan dan sasarannya adalah tower yang telah beroperasi namun tidak berizin atau belum mengantongi izin IMB dan lainnya. “Dasar penyelidikan sesuai laporan keluhan dari masyarakat. Penyelidikan ini akan dinaikkan menjadi penyidikan,” ungkapnya, Senin (14/9/2020).

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Zaki menjelaskan, hasil penyelidikan pihaknya ada delapan tower telekomunikasi yang tak memiliki IMB. “Hasil dari penyelidikan di lapangan ada delapan, yakni di Kecamatan Kutorejo, Pungging, Dlanggu, Dawarblandong, Jetis dan Kemlagi,” katanya.

Delapan tower telekomunikasi tersebut yang sementara terdeteksi pihaknya saat dilakukan penyelidikan. Menurut Zaki, adapun yang sudah dinaikkan dalam status penyelidikan menjadi penyidikan adalah satu tower telekomunikasi di Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

“Seharusnya, sebelum beroperasi harusnya pihak tower melengkapi surat surat izin dari pemerintah. Seperti ada izin lokasi, izin tata ruang dan mengurus izin Lingkungan SPPL dan yang mengeluarkan akan DLH. Setelah itu ada rekom untuk mengeluarkan IMB nya. Tapi ada aduan yang diterima DPMPTSP,” ujarnya.

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tidak mengeluarkan izin karena ada aduan masyarakat. Zaki menambahkan, selain melakukan penyegelan di Tower milik PT Tower Bersama Group (TBG), kini pihaknya juga melakukan penyelidikan pada tiga tower telekomunikasi lainnya di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Ada tower telekomunikasi yang berdiri di Kecamatan Kemlagi, Jetis dan Kecamatan Dawarblandong. Ini kita juga sedang melakukan penyelidikan dulu bukan penyegelan,” tuturnya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto menyegel sebuah tower di Dusun Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/9/2020) pekan lalu. Ini lantaran, tower dengan ketinggian 52 meter tersebut tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). [tin/ted]

.





Apa Reaksi Anda?

Komentar