Politik Pemerintahan

Satpol PP Gresik Beri Tanda Larangan di Galian C Desa Jatirembe Benjeng

Gresik (beritajatim.com)- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik, melakukan tindakan tegas serta memberi tanda larangan terhadap galian C ilegal di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Dengan melibatkan unsur terkait seperti Satpol PP Provinsi Jatim, Camat Benjeng, anggota Satintel Polres Gresik, Dinas ESDM Provinsi Jatim, dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik.

Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Abu Hasan mengatakan, saat dilakukan sidak dan penindakan keadaan Galian C di Desa Jatirembe dalam kondisi nihil tidak ada aktifitas. “Karena kondisinya tidak ada aktifitas kami menuju ke sasaran kedua di galian milik M.Suparto. Lokasinya sama, dan tidak aktifitas juga,” ujarnya, Kamis (5/09/2019).

Abu Hasan menjelaskan, sesuai peruntukkannya galian tersebut berada di area persawahan warga. Tujuan semula, untuk diperdalam lagi 40 hingga 50 cm. Supaya sawah tersebut dapat menampung air secara maksimal. Sehingga, mampu menambah hasil panen petani. Namun, dari pihak galian tidak mengantongi izin sama sekali, termasuk belm ada pemberitahuan ataupun izin kepada Camat Benjeng. “Pemberitahuannya hanya ada kesepakatan antara pihak Pak Parto, Kades, BPD dan karang taruna setempat,” ungkapnya.

Abu Hasan menambahkan, saat timnya bergerak lagi di Galian C milik Mbah Joyo. Lokasi tersebut juga nihil aktifitas. Kendati ada alat berat (becho) terparkir tanpa driver. “Berdasarkan laporan penunggu alat berat bernama Andi. Aktifitas pengerukan Galian C sudah tidak beraktifitas lagi sekitar satu minggu,” imbuhnya.

Sewaktu menuju di tempat titik terakhir Galian C milik Makhin yang berada di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik. Kondisinya sama nihil tidak ada aktifitas termasuk alat berat yang terparkir. “Selama kami melakukan penindakan tambang Galian C berlangsung aman dan terkendali,” pungkas Abu Hasan. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar