Politik Pemerintahan

Pilbup Malang 2020

Satgas Money Politik Akan Buru Tim Paslon yang Bagi Uang dan Barang

Malang (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang kurang 9 hari lagi. Jelang Minggu tenang nantinya, seluruh aktifitas kampanye Pilkada harus berhenti total.

Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Yusub Dody Sandra bahkan mewanti-wanti, jangan ada tim pemenangan masing-masing Paslon yang nekat kampanye terselubung. Salah satunya, menggelar kampanye secara virtual.

“Pada masa tenang nanti yang perlu kita waspadai adalah kampanye secara virtual dari pasangan calon. Mungkin yang perlu kita waspadai itu, kampanye virtual bisa lewat whattsap, telegram, Instagram dan lain sebagainya,” tegas Letkol Yusub saat memberi sambutan dalam Rapat Kordinasi Masa Tenang Pilkada dan Deklarasi Satgas Money Politik Kabupaten Malang, Senin (30/11/2020) petang di Aula Sanika Satyawada Polres Malang.

Kata Dandim 0818 itu, Pilkada Kabupaten Malang harus berlangsung aman damai. “Bersama Polres Malang, Bawaslu dan KPU, kami berharap Pilkada harus benar-benar Jurdil dan Luber. Masyarakat harus senang dan aman dalam memberikan hak pilihnya,” ujar Dandim.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan, kerawanan di masa tenang nantinya adalah, mulai banyak praktek-praktek money politik. “Upaya money politik ini dilakukan oknum-oknum tertentu. Tujuan mereka ini menghalalkan segala cara untuk mengajak orang memilih pasangan calon yang mereka inginkan dengan memberikan sejumlah uang,” papar Hendri.

Dengan adanya Satgas Money Politik ini, beber Hendri, pihaknya bersama TNI, Bawaslu dan KPU memberikan pesan dan peringatan. “Ini peringatan bagi oknum-oknum yang ingin melakukan money politik bahwa, kami tidak akan tinggal diam,” kata Hendri.

Hendri menambahkan, pihaknya menurunkan tim Satgas Money Politik diseluruh wilayah Kabupaten Malang. Satgas akan bekerja mulai masa tenang hingga H-1 jelang pencoblosan. “Jangan ada money politik baik itu pemberian uang, pemberian beras dan barang. Kita perintahkan pada seluruh Polsek jajaran untuk mengantisipasi hal ini,” ujarnya.

Masih kata Hendri, jumlah Satgas Money Politik yang diturunkan nanti sebanyak 80 orang personel. Mereka akan dibantu petugas Babinsa dari TNI dan Bhabinkamtibmas diseluruh Polsek. Serta petugas dari Panwascam.

“Jangan sampai kepentingan lima tahun kedepan hanya ditukar uang seratus ribu dan dua ratus ribu atau beras lima liter saja. Indikasi money politik itu ada, sudah kita lakukan pemetaan. Apabila terbukti kita tangkap dan proses lebih lanjut,” Hendri mengakhiri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar