Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Satgas Covid NU Soroti Kerumunan di Alun-alun Jember

Ketua Satgas Covid NU Jember Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nahdlatul Ulama Jember, Jawa Timur, menyoroti kerumunan di alun-alun kabupaten yang seharusnya ditertibkan segera untuk menekan penyebaran virus.

“Di alun-alun itu lebih dari seribu orang kalau malam saat Ramadan kemarin. Coba dites antigen acak, berapa orang yang berkerumun di alun-alun. Kalau hasilnya baik ya alhamdulillah, tapi kalau tidak baik?” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nahdlatul Ulama Jember Ayub Junaidi, Rabu (19/5/2021).

Penertiban alun-alun yang diusulkan Partai Kebangkitan Bangsa, menurut Ayub, bukan hanya untuk menjaga ketertiban tapi juga menekan penyebaran Covid-19.

“Di alun-alun tidak ada yang memakai masker, padahal berkerumun. Kenapa tidak seperti awal-awal pada masa pandemi. Kita jangan main-main. Tolong beri penghargaan kepada tenaga kesehatan di garda terdepan sampai beradu nyawa dalam menyelamatkan masyarakat,” katanya.

Ayub menyesalkan masih adanya pernyataan warganet di media sosial yang menyebut bahwa Covid-19 sudah hilang. “Itu pernyataan zalim,” katanya.

Satgas Covid NU meminta agar petugas Satuan Polisi Pamong Praja benar-benar bekerja maksimal. “Kemarin saya mendengar di depan masjid Baitul Amien, menjadi ajang tempat orang minum-minuman keras. Ini kan aneh,” kata Ayub.

Ayub menambahkan, penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan teladan dari kepala daerah. Tanpa keteladanan, sulit menghadapi pandemi bersama-sama.”Bupati dan wakil bupati memberikan contoh yang baik bagaimana protokol kesehatan agar ditiru masyarakat,” katanya.

Ayub juga menekankan kepada pemerintah daerah agar mengaktifkan benar fungsi kehumasan di tubuh birokrasi. “Humas perlu menyampaikan di media sosial dan medium lainnya (hal-hal terkait Covid-19),” katanya.

Data pantauan terakhir terhadap yang dilansir Satgas Covid-19 Pemkab Jember, Rabu (19/5/2021), tidak ada penambahan pasien meninggal. Dari 6.992 kasus terkonfirmasi sejak awal pandemi hingga saat ini, hanya ada 15 kasus aktif. Sebelas orang dirawat di rumah sakit dan empat orang menjalani isolasi mandiri. Sementara sebanyak 6.500 pasien sembuh, dan hari ini tercatat ada tambahan sembilan orang pasien sembuh. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar