Politik Pemerintahan

Satgas Anti-Politik Uang PSI Ungkap Politik Uang di Masa Tenang

Surabaya (beritajatim.com) – Tim Satgas Anti-Politik Uang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya menemukan dugaan praktek politik uang berupa distribusi paket sembako di daerah Dinoyo Tengah pada Senin 7 Desember 2020. Tim Satgas berhasil mengungkap praktik tercela itu yang melibatkan oknum pengurus RT setempat dan sejumlah orang lainnya.

Dugaan sementara, distribusi paket sembako itu dilakukan oleh tim sukses salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Ketua Satgas Anti-Politik Uang PSI Surabaya sekaligus Plt Ketua DPD PSI Surabaya, Yusuf Lakaseng menyayangkan masih berlakunya praktik kotor jelang pemungutan suara pada Rabu 9 Desember besok. Dia meminta kasus itu ditindaklanjuti segera ke ranah hukum.

“Bawaslu harus mengambil tindakan tegas. Kasus harus dibawa sampai ke pengadilan. Para pelaku lapangan dan dalang utama penyandang dana harus dihukum berat. Kandidat yang terbukti mengetahui dan bahkan menyuruh dan mendanai harus didiskualifikasi,” tegas Yusuf Lakaseng saat dikonfirmasi, Selasa (8/11/2020) siang.

Sebelumnya, DPD PSI Surabaya membentuk tim Satgas Anti-Politik Uang yang terdiri atas 100 relawan pada Sabtu (5/11/2020) lalu.

Satgas dikerahkan untuk bergerilya mencari pelanggaran pemilu, di masa tenang dan saat pencoblosan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2020.

“Kami sudah resmikan seratus orang lebih, untuk melakukan operasi tangkap tangan, pada oknum-oknum pelanggar di Pilkada Surabaya,” ujar Yusuf, Sabtu (5/12/2020).

Pada saat hari pencoblosan Pilwali Surabaya Rabu 9 Desember, Satgas Anti-Politik Uang PSI ini akan melakukan operasi keliling di seluruh wilayah Surabaya untuk mencegah praktik politik uang itu. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar