Politik Pemerintahan

Sasar Perbankan dan Salon, 13 Orang Karyawan di Kota Mojokerto Tak Pakai Masker Dikenakan Sanksi Denda

Satpol PP bersama Polresta dan Kodim 0815 Mojokerto melakukan razia masker di sejumlah perbankan di Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto melakukan razia masker bersama tim gabungan di sejumlah perbankan dan salon di Kota Mojokerto. Hasilnya, ada sebanyak 13 orang yang melanggar protokol kesehatan dan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp200 ribu.

Sebanyak 13 orang tersebut diketahui tak memakai masker saat petugas datang ke masing-masing kantor. Sehingga Tim Gabungan dari Satpol PP Kota Mojokerto, Polresta Mojokerto dan Kodim 0815 Mojokerto langsung melakukan tindakan tegas berupa sanksi administrasi.

Kepala Bidang Ketentraman dan Penertiban Umum, Satpol Pol PP Kota Mojokerto, Fudi Harijanto mengatakan, sesuai dengan Perwali Nomor 55 tentang Perubahan Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang denda administrasi dan akan dikenakan bagi setiap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Sehingga mereka yang terjaring langsung kita dikenakan sanksi tegas berupa denda, semua denda tidak ada sanksi sosial. Setiap perkantoran ataupun tempat usaha yang karyawan atau stafnya kedapatan tidak memenuhi protokol kesehatan, maka manajemen juga akan dipanggil,” katanya.

Seperti tidak memakai masker pada saat pelayanan. Pihak manajemen dipanggil karena merupakan penanggungjawab para karyawan atau stafnya. Denda tersebut nantinya akan diberikan ke Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) dan menjadi pemasukan Kas Daerah.

“Setiap orang yang terkena razia akan kita sita KTP-nya dahulu dan di BAP. Selanjutnya disuruh mengambil di kantor $atpol PP kemudian kita beri sanksi sosial sedangkan yang denda langsung ke DPPKA, uang itu akan masuk ke Kas Daerah,” tegasnya.

Ia menegaskan, petugas gabungan tak akan segan melakukan penutupan hingga pencabutan izin suatu usaha bila mana tak mengindahkan protokol kesehatan. Teguran sebelumnya akan diberikan hingga tiga kali sebelum akhirnya dilakukan penutupan tempat usaha tersebut.

“Ini masih kita beri teguran, bila mana masih melanggar akan kita beri surat guguran kembali sampai tiga kali. Jika tetap saja, kita akan lakukan tindakan tegas yakni mencabut izin usahanya,” tegasnya.

Dalam razia kali ini, tim gabungan menyasar empat perbankan hingga salon kecantikan di Kota Mojokerto. Di BPR Bank Jatim didapati enam orang pelanggar, Bank Saudara ada dua orang, BPR Kurnia Arta dua orang, Sinarmas Finansial satu orang dan yang terakhir di salon kecantikan dia orang. Total 13 orang yang diberikan denda. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar