Politik Pemerintahan

Sasar 4.300 Wirausaha di Tahun 2021, Wali Kota Mojokerto Berikan Bekal Inkubasi Bagi Wirausaha Baru

Wali Kota, Ika Puspitasari membuka Inkubasi Wirausaha Aksesoris di Rest Area Gunung Gedangan. [Foto; istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memberikan pembekalan dan pelatihan bagi para wirausaha baru, pada bidang perekonomian dengan sasaran 4.300 wirausaha. Hal ini, sebagai langkah untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota UKM (Usaha Kecil dan Menengah) kedepannya.

Wali Kota, Ika Puspitasari membuka Inkubasi Wirausaha Aksesoris di Rest Area Gunung Gedangan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) Kota Mojokerto. Ini merupakan salah satu program prioritas yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto.

Dimana, pada tahun 2021 ini pemerintah daerah telah menyasar sedikitnya 4.300 wirausaha baru untuk diberikan pembekalan, pelatihan dan pendampingan. Dengan anggaran Rp13 miliar, diharapkan para wirausaha baru dapat menciptakan inovasi produk yang dapat menjadi unggulan bagi Kota Mojokerto.

“Ini merupakan program prioritas Pemerintah Kota Mojokerto di bidang ekonomi kerakyatan, sekaligus disinergikan dengan pemulihan ekonomi nasional yang memang merupakan amanah dari Inmendagri selama terjadinya pandemi covid ini,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Sehingga Pemkot Mojokerto di tahun 2021, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, menyasar 4.300 wira usaha untuk dilakukan inkubasi. Dimana total anggaran yang dialokasikan dengan sasaran 4.300 tersebut adalah sebesar Rp13 miliar yang merupakan bentuk upaya berkelanjutan yang sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

“Di mana alokasi di 2021 ini memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan karena tahun lalu itu hanya di angka 1.000 an sasaran, tahun ini bisa naik sampai 4.300 sasaran. Dan ini akan terus kita lakukan upaya yang berkelanjutan, di mana tidak hanya inkubasi saja tetapi ke depan bagaimana sektor-sektor UKM ini produknya menjadi unggulan,” harapnya.

Seperti diketahui bersama, produk alas kaki yang sudah puluhan tahun menjadi keunggulan dari Kota Mojokerto dari UMKM. Namun Ning Ita berharap kedepan muncul produk-produk serupa yang bisa menjadi unggulan tetapi jenisnya berbeda sehingga diversifikasi produk yang menjadi unggulan dari kota Mojokerto ini semakin banyak.

“Kita bisa menjadikan kota ini sebagai kota UKM dengan varian produk yang bermacam-macam dan itu kategori unggulan semua, apalagi kalau sampai produk itu kedepan bisa kita dampingi dan menjadi komoditas ekspor. Seperti alas kaki, maka tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tidak hanya kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Tetapi Kota Mojokerto juga bisa menjadi penyumbang devisa bagi negara. Hal ini lantaran melihat potensi Kota Mojokerto tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai tapi di Kota Mojokerto adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Maka SDM di sektor UMKM inilah yang harus didampingi betul-betul secara berkelanjutan.

“SDM di sektor UMKM inilah yang harus didampingi betul-betul secara berkelanjutan dari waktu ke waktu untuk menjadi potensi daerah yang memiliki daya saing dalam rangka mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing sesuai dengan visi saya,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar