Politik Pemerintahan

Sarung Jadi Dress Code ASN Muslim Pemkab Jember Tiap Jumat

Para ASN Pemkab Jember mengenakan sarung setiap Jumat [foto: jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Setiap aparatur sipil negara pria beragama Islam di Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, wajib mengenakan pakaian muslim warna putih dan sarung setiap Jumat. ASN Muslimah mengenakan pakaian warna putih seusai senam pagi. Sementara ASN non muslim tidak diwajibkan.

Hal ini sesuai dengan surat edaran Bupati Hendy Siswanto, tertanggal 12 Maret 2021. “Hari Jumat pakai sarung. Semangat Jember kota reliji,” kata Hendy.

Saat penyerahan surat keputusan pelaksana tugas terhadap ASN, Jumat (12/3/2021) kemarin, di Pendapa Wahyawibawagraha, para pejabat sudah mengenakan ‘dress code’ sarung. Sementara pakaian dinas harian batik khas Jember dikenakan pada setiap Kamis.

Anggota Komisi A DPRD Jember Hamim menilai kebijakan itu sesuai dengan budaya Jember. “Tidak apa-apa. Simbol kearifan lokal perlu kita munculkan. Dengan memakai sarung setiap Jumat, mengingatkan kesadaran pribadi yang mengemban tugas sebagai ASN agar lebih amanah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang NU Kencong Zainil Ghulam sepakat dengan kebijakan tersebut. “Sarung adalah pakaian khas Indonesia. Lebih-lebih banyak dipakai kalangan santri. Dan biasanya sarung di Indonesia dipakai untuk ibadah. Jadi kalau pakaian sarung ini diberlakukan di hari Jumat, minimal para pejabat Pemkab Jember bisa menjaga dirinya untuk tidak berbuat maksiat, karena malu dengan pakaian sarungnya,” katanya.

“Walau pun dengan memakai sarung bukan berarti auto anti maksiat. Tapi minimal ketika kita pakai pakaian Islami, baju koko dan sarung, kita lebih bisa mengingat Allah SWT sehingga tidak berbuat maksiat, istikomah, dan disiplin dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pejabat Pemkab Jember,” kata Ghulam. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar