Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Sarmuji Golkar: Selamatkan Peternak Rakyat Skala Kecil

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI, Muhammad Sarmuji menyatakan pentingnya perlindungan peternak ayam telur rakyat terutama yang berskala kecil.

Hal tersebut disampaikan Sarmuji setelah beberapa kali mengadakan pertemuan dan mendengar keluhan kelompok peternak di Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Selain itu, Sarmuji juga mengunjungi pasar pasar tradisional di dua kabupaten tersebut

“Peternak rakyat yang berskala kecil sangat terpukul dengan jatuhnya harga telur saat ini. Dalam menjalankan usahanya mereka masih tergantung dengan konsentrat dari pabrik, serta mengandalkan pihak lain dalam penyediaan bibitnya,” ujar Sarmuji.

Anggota DPR RI Komisi XI ini menyoroti agar terjadi persaingan yang sehat antarprodusen telur ayam. Saat ini kondisinya sudah tidak ideal karena perusahaan besar yang memproduksi pakan juga terlibat dalam produksi bibit maupun telur.

“Persaingan menjadi tidak seimbang karena pabrik Bibit Ayam DOC (Day Old Chick) dan pakan juga turut menjadi peternak. Rakyat kecil mengambil DOC dan pakan dari pabrik dengan harga yang sudah tinggi karena jalur distribusi yang panjang. Di sisi lain perusahaan tersebut bisa dengan leluasa memakai DOC maupun pakan sendiri sesuai dengan jumlah produksi yang diinginkan,” ungkapnya.

Untuk itu, anggota DPR yang berasal dari Dapil VI Jatim tersebut anjloknya harga telur, karena pasokan yang melimpah di saat daya beli belum pulih benar. Dengan daya beli masyarakat yang belum pulih, ditambah dengan melimpahnya stok telur akhirnya membuat harga telur terus merosot.

Pihaknya menginginkan agar persoalan telur ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Sarmuji merekomendasikan untuk secepatnya dibuat aturan pembatasan bagi perusahaan besar, supaya peternak rakyat bisa bertahan dan tumbuh tanpa takut bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. “Harus ada aturan yang membatasi agar pabrik DOC dan pakan tidak terlibat langsung menjadi peternak. Kalau itu terus dilakukan peternak kecil bisa mati, karena kalah bersaing,” pungkas Sarmuji. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar