Politik Pemerintahan

Sarbumusi Demo di Depan Pendapa dan DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Ratusan orang anggota Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) berunjuk rasa di depan Pendapa Wahyawibawagraha dan DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu (12/2/2020).

Mereka melakukan aksi teatrikal dan orasi menolak omnibus law alias Undang-Undang Sapu Jagat. UU tersebut dianggap tak berpihak pada kaum pekerja. Mereka juga menagih penyelesaian persoalan pemutusan hubungan kerja 22 buruh di perusahaan M-Point. Sarbumusi mendesak ada tindakan terhadap perusahaan yang membayar buruh di bawah upah minimum.

Para demonstran ditemui Bupati Faida yang mengapresiasi aksi itu. Faida menyayangkan tidak adanya respons dari perusahaan M-Point yang mem-PHK 22 buruh saat diundang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember. “Tidak ada itikad baik,” kata Faida.

Faida meminta Sarbumusi agar tidak melanggar hukum. Tanggal 24 Februari 2020 akan ada gelar perkara hubungan industrial dengan pengawas Disnakertrans Jawa Timur. Ia meminta agar Sarbumusi mematuhi hukum yang berlaku.

“Negara kita negara hukum. Maka kita mendapatkan keadilan melalui jalur hukum. Saya sebagai bupati Jember mendukung Sarbumusi menempuh jalur hukum,” kata Faida. (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar