Politik Pemerintahan

Saran Emil Dardak Agar Milenial dan Gen Z Tidak Galau Jodoh dan Pekerjaan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

Surabaya (beritajatim.com) – Di era Revolusi Industri 4.0, robot dan otomasi mendominasi pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia. Hal ini merupakan tantangan khususnya bagi generasi millenial yang saat ini mendominasi penduduk di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam agenda Webinar Nasional PT Penataran Angkatan Laut (PT PAL), Jumat (19/3/2021).

Dalam webinar ini, Emil, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kondisi millenial saat ini sedang menghadapi situasi bimbang.

“Seperti yang kita tahu, generasi millenial dan generasi Z cenderung ‘galauan’, entah galau jodoh atau galau dalam pekerjaan,” kata Emil.

“Banyak millenial yang mengambil jurusan yang sifatnya non science, namun rasa bimbang timbul ketika adanya revolusi industri yang memanfaatan sistem komputasi dan artificial intelegent, it will be a technology vibes,” sambungnya.

Menurut lulusan doktor ekonomi pembangunan termuda di Jepang ini, menghadapi kemajuan teknologi yang sangat pesat tentu menjadi tantangan. Namun, generasi millenial dapat memanfaatkan momen ini dengan mengintegrasikan teknologi tersebut menjadi inovasi.

“Millenial diharapkan menjadi jawaban dalam menghadapi berbagai kemajuan situasi. Kita tahu millenial lebih bosenan dan addict terhadap media sosial. Ini dapat diconvert menjadi energi positif dengan landasan digital minded. Inovasi yang mengintegrasikan teknologi akan dapat dicapai,” terang Emil.

Selain itu, Emil menjelaskan bahwa Pemprov Jatim juga beradaptasi serta mendukung adanya kegiatan bagi anak muda dengan menyediakan wadah yang dapat dimanfaatkan tepat guna.

“Di Pemprov kita memiliki lima kantor Bakorwil, kita mengembangkan East Java Super Corridor (EJSC) dilengkapi dengan co-working space, jelas lebih ke millenial. Pemprov ingin Bakorwil bukan sebagai tempat yang kaku. Kita ingin merubah mindset Bakorwil dimana yang isinya adalah orang formal kedinasan, diisi dengan banyak anak muda, cultural change lah istilahnya,” terang Emil.

“Pemprov juga mengirimkan beberapa nama untuk ikut seleksi di Apple Developer Academy dan ada tiga anak muda Pemprov terpilih di tahun 2020 kemarin. Harapannya adalah budaya silicon valley menjadi budaya baru di kantor,” tuturnya.

Dalam agenda tersebut pula, Wagub yang hobinya bernyanyi ini berpesan bagi para millenial yang telah mendapatkan pekerjaan untuk tidak terjebak dalam zona nyaman dan tidak lupa akan rasa bangga terhadap tanah air.

“Persaingan untuk masuk BUMN itu tidaklah mudah, industri seperti PT PAL dan lain-lain, barier to entry serta mencari SDM susah-susah gampang. Bisa jadi orang yang masuk dan diterima di BUMN atau perusahaan sudah merasa comfort, namun hal itu tidak cukup karena perlu adanya kreativitas dan inovasi di dalamnya,” tegasnya.

“Salah satu core value yang perlu dimiliki millenial adalah nasionalisme,” tutup Emil. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar