Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

SAPMA PP Jatim Kecam Pengungsian Korban Erupsi Semeru Jadi Lokasi Syuting Sinetron

Ketua PW SAPMA PP Jatim, Arderio Hukom.

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah video memperlihatkan adegan syuting di tempat pengungsi erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur viral di media sosial.

Tayangan sinetron yang mengambil lokasi syuting di tempat pengungsi itu ramai dibicarakan di Twitter hingga Instagram.

Sinetron yang diketahui berjudul berjudul Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM) itu ramai dibicarakan karena dinilai kurang rasa empati, dengan mengambil lokasi syuting di daerah bencana.

“SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur mengecam keras! . Disaat bencana tapi kok sibuk buat drama? Itu sangat tidak etis,” kecam Ketua PW SAPMA PP Jatim, Arderio Hukom, Kamis, 23 Desember 2021.

Dalam beberapa slide postingan yang viral di media sosial, ada ajakan untuk memboikot syuting sinetron yang dibintangi Chris Laurent dan Alisia Rininta. Bahkan beredar juga potongan video yang dilakukan didepan umum dan disaksikan oleh warga.

“Bencana belum berakhir, bahkan korban hilang pun belum semua ditemukan kenapa bisa kepikiran syuting sinetron yang jelas tujuannya untuk komersil dilakukan di lokasi bencana,” kata Arderio Hukom dengan kesal.

Sementara erupsi besar Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 itu, hingga kini mengakibatkan banyak korban yang ditemukan tewas dan beberapa sedang dilakukan pencarian.

“Relawan Pemuda Pancasila dan SAPMA Pemuda Pancasila sejak hari pertama sudah turun di lokasi bencana, pasti syuting-syuting seperti ini akan menyakiti warga yang terdampak juga para relawan yang masih berjuang di lokasi bencana,” tutup koordinator tanggap bencana erupsi Semeru SAPMA PP Jatim, Adam Syarief.

Seperti diketahui, menurut laporan ESDM Gunung Semeru kembali erupsi pada hari Rabu, 22 Desember 2021, pukul 22:11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 3976 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 1536 detik.

Laporan dari ESDM menyebukan jarak luncur 5000 m dari tengah lidah lava (1500 m dari puncak) ke arah besuk kobokan.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar