Politik Pemerintahan

Sapa Warga, Qosim-Alif Blusukan ke Kampung-Kampung Sempit

Gresik (beritajatim.com) – Bila ingin benar-benar memahami suasana kebatinan rakyatnya, seorang pemimpin tak cukup duduk manis sambil menerima laporan. Hal itulah yang sepertinya dipahami oleh M.Qosim dan Mas Alif (QA).

Paslon nomor urut 1 itu blusukan ke kampung-kampung sempit di perkotaan guna merasakan langsung kondisi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dimulai dari Kelurahan Karangturi, baru beberapa meter berjalan, warga menyambut kedatangan M.Qosim. Pemilik kedai, pedagang pentol dan jajanan, tokoh masyarakat pun menyampaikan unek-uneknya.

“Disini kami sedang berusaha meluaskan musholla, karena warga yang beribadah banyak sementara luas tempat ibadah terbatas, Semoga pemerintahan Pak Qosim dan Mas Alif kedepan bisa membantu meningkatkan sarana ibadah,” ujar Ustadz Anton, tokoh masyarakat Kelurahan Karangturi, Gresik, Rabu (18/11/2020).

Atas hal itu, Pak Qosim pun menyampaikan bila selama ini saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati selalu memperhatikan fasilitas beribadah masyarakat, baik melalui dana hibah maupun yang lain.

“Karena kita sadar, kebutuhan beribadah adalah kebutuhan dasar, kebutuhan spiritual setiap orang,” tutur Pak Qosim.

Di Kelurahan Karangbolet, Pak Qosim menemui realitas kehidupan masyarakat kota yang banyak berwirausaha kecil-kecilan.  Terlihat di sekeliling gang yang dilewati, Bapak-bapak maupun ibu-ibu menggoreng jajanan dan mempersiapkan barang dagangan ke gerobaknya.

“Karena disini banyak pelaku UMKM, kami prioritaskan untuk dapat program kartu UMKM bangkit, agar masyarakat disini bisa mengakses permodalan dengan kredit lunak,” beber Pak Qosim.

Saat memasuki kelurahan Tlogopojok, Pak Qosim bertamu kepada salah satu tokoh masyarakat, yakni H Zakaria, yang seorang Mudin (Tokoh Agama) setempat. Dalam kesempatan itu H Zakaria mendoakan Pak Qosim dan Mas Alif agar bila diberi kepercayaan dapat mengembaannya dengan amanah.

“Tadi Pak Haji Zakaria mendoakan Pak Qosim, saya sendiri juga turut mendoakan Pak Qosim agar jadi,” tutur H Kartono yang mendampingi H Zakaria saat menyambut kedatangan Pak Qosim.

Selanjutnya, di Kelurahan Terate, Pak Qosim sempat berdialog dengan dua orang anak muda yang sedang mengerjakan sablon, yang akan digunakan untuk produk tas. Ari (26) salah satu anak muda tersebut menceritakan bila dalam proses produksi tas yang Ia kerjakan, kadang mengalami kendala permodalan.

“Kami sih kadang sulit dalam permodalan, karena biasanya uang dari tas yang terjual tidak langsung dibayar, jadi untuk buat barang lagi harus cari pinjaman,” keluhnya.

Mendengar curhatan itu, M.Qosim memujia kedua anak muda yang berani menjalankan usaha tersebut.

“Anak muda seperti Mas Ari ini Insyaallah akan jadi orang yang sukses, usahanya akan berkembang. Untuk mewujudkannya, saya dan mas Alif akan memfasilitasinya dengan kartu pemuda bangkit dan kartu UMKM bangkit,” tandasnya. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar