Politik Pemerintahan

Sapa Warga Dua Desa, QA Komitmen Sejahterahkan Masyarakat Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Usai melakukan debat pertama, Cabup M.Qosim-Cawabup Alif (QA) merupakan pasangan yang ideal untuk menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Gresik.

Selain berpengalaman di bidangnya masing-masing, keduanya dinilai memegang komitmen dan amanah dalam melaksanakan program kerjanya untuk kesejahteraan warga Gresik.

Saat menyapa warga di Desa Sembayat dan Desa Karangrejo Kecamatan Manyar, serta di Desa Golokan Kecamatan Sidayu, Gresik.

Kedatangan Pak Qosim dan Dokter Alif terasa berbeda. Bagaimana tidak. Hampir seluruh warga keluar rumah, dan ratusan kendaraan mengiringi kampanye Paslon yang diusung PKB dan Partai Gerindra tersebut.

Sambil menaiki becak keliling kampung terus disambut warga. Selain bersalaman. banyak warga yang meminta foto bersama. Lagu iQAe juga terus berkumandang.  Sosok dokter Alif bagi warga Sembayat dan Karangrejo memang sudah tidak asing.

Warga mengenal Dokter Alif berasal dari Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar juga dikenal sebagai sosok sederhana. Sebagai Direktur RS Fathma Medika ini juga dikenal sangat ramah dan suka membantu, terutama kepada warga yang kesulitan berobat.

“Bagi warga sini, dokter Alif itu orangnya jujur, ramah dan suka membantu. Semua pasti kenal sama beliau,” ujar Ismatul Ulya, Warga Sembayat, Selasa (24/11/2020).

Isma berharap, jika nanti Qosim-Alif terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik mampu membuat Kabupaten Gresik lebih baik lagi. “Semoga Qosim-Alif menang di Pilkada 9 Desember mendatang. Sehingga Gresik semakin maju,” harapnya.

Ketika berkunjung ke Desa Karangrejo, Pak Qosim dan dokter Alif tak lupa untuk berziarah kubur ke makam Ibu Fathona, (ibu dr. Alif) dan Mbah Buyut Hajat. Bagi dokter Alif, disetiap momen penting dirinya selalu meminta izin dan mengirim doa kepada kedua orang tua. “Dengan berziarah kubur dan mengingat Allah hati bisa menjadi tenang,” ungkap dr. Alif.

Sementara itu, Pak Qosim kepada warga Desa Karangrejo menyatakan, alasan program QA banyak menggunakan kartu.

“Semua orang punya ktp. Tapi tidak semua orang boleh mengaksesnya. Sehingga kami menciptakan kartu-kartu. Kami punya Kartu Guru Bangkit, Kartu Nelayan Bangkit, Kartu Pemuda Bangkit dan banyak lagi. Itu agar semua tersistem,” pungkasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar