Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Santunan Untuk Anak Yatim Korban Covid-19 di Bangkalan Sebesar Rp 1,5 Milyar

Kepala Dinas Sosial Bangkalan, Wibagyo.

Bangkalan (beritajatim.com) – Anggaran untuk santunan anak yatim dari korban Covid-19 telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Tetapi, proses pendataan hingga saat ini belum selesai.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Wibagyo menuturkan, pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menganggarkan sebanyak Rp 1,5 miliar di tahun 2022 ini. Namun, pihaknya belum mengetahui, siapa saja penerima dari santunan itu Covid 19 tersebut. “Tahun kemarin kami belum bisa menganggarkan. Namun untuk penerima masih belum clear,” terangnya, sabtu (15/1/2022).

Ia menyebutkan pendataam penerima santunan itu masih dalam proses. Tersisa tiga kecamatan yang belum dilakukan pendataan, sedangkan belasan kecamatan lain sudah rampung. “Karena memang prosesnya membutuhkan waktu, apalagi pendataan ini kami lakukan di seluruh kecamatan yang ada di Bangkalan,”tambahnya.

Adapun kecamatan yang belum dilakukan pendataan yakni Kecamatan Kokop, Kwanyar dan Konang. Sedangkan dari hasil pendataan sementara, diperoleh data sebanyak 227 calon penerima. “Untuk penerima sementara itu ada 227. Namun data penerima itu terus berkembang apalagi tiga kecamatan yang tadi itu belum didata. Sehingga akan bertambah,” jelasnya.

Dengan demikian, ia juga belum mengetahui besaran nominal yang akan diberikan pada penerima. Sebab, nominal santunan nantinya menyesuaikan jumlah penerima yang ada. “Itu nanti akan disesuaikan dengan jumlah penerima, sehingga nominalnya belum diketahui,” tuturnya.

Ia menyebut, nantinya penyaluran bantuan akan menggunakan metode perbankan. Sehingga, penerima akan memiliki rekening yang nantinya akan dibuatkan oleh pemerintah. “Untuk meminimalisir adanya pemotongan ataupun hal lain, kami akan membuatkan rekening sehingga bisa langsung diterima,” tandasnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati