Politik Pemerintahan

Santri Milenial Gresik Wajib Memerangi Manipulator Agama

Gresik (beritajatim.com)- Santri milenial Gresik wajib memerangi radikalisme (Manipulator Agama).

Pasalnya, radikalisme itu embrio dari terorisme. Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Gresik, H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) saat dialog interaktif yang digelar oleh DKC Garda Bangsa Gresik.

Menurut Gus Yani, radikalisme termasuk bahaya laten yang menjadi ancaman serius bangsa Indonesia. Sebagai upaya menanggulanginya, DPRD Gresik akan menginisiasi perda radikalisme di Gresik.

“Kami upayakan ada payung hukumnya yakni dengan membuat perda radikalisme,” ujarnya, Jumat (01/11/2019).

Hal senada juga dikemukakan oleh KH. Alaudin, M.EI selaku Ketua RMI Gresik. Dirinya menuturkan, santri harus ikut berperan dalam penangulangan radikalisme dengan cara-cara yang lucu atau kreatif tapi edukatif.

“Cara-cara seperti itu biasanya mudah ditangkap oleh generasi milenial zaman sekarang,” tuturnya.

Sementara itu, terkait memerangi radikalisme. Kasat Intelkam Polres Gresik AKP Jingga mengatakan, untuk mengatasi radikalisme ada dua cara. Pertama, kontra radikalisme yaitu setiap kegiatan dengan tujuan untuk menanamkan, dan mendidik sikap dan paham nasionalisme. Kedua, deradikalisme, yaitu setiap program penyadaran kembali orang-orang yang terpapar radikalisme, dan terorisme.

“Selain dua cara itu, acara dialog dan lomba vlog ini cinta tanah air adalah contoh secara tidak langsung untuk meminimalisir radikalisme,” ungkapnya.

Acara dialog ini diakhiri pembagian hadiah vlog Hari Santri Nasional (HSN) 2019 bertema Santri milenial Cinta Tanah Air. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar