Politik Pemerintahan

Sanksi Berat Bagi Perusak Stiker PKM PKH Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Koorinator Kabupaten (Koorkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Hanafi menegaskan bakal menindak tegas pelaku perusakan ataupun pencabutan stiker penerima manfaat yang akan dipasang di setiap rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bahkan sanksi tegas tersebut berupa mengeluarkan KPM dari kepesertaan menjadi final keputusan yang akan diberikan kepada para pelanggar ketentuan. Sekalipun pemasangan stiker baru akan dilaksanakan pada pekan ketiga Desember 2020 mendatang.

Insya’ Allah penempelan stiker kita mulai serentak pada 15 Desember 2020, dan tentunya ada larangan yang harus ditaati oleh seluruh KPM, termasuk sanksi keluar dari kepesertaan,” kata Koorkab PKH Pamekasan, Hanafi, Sabtu (12/12/2020).

Sebelumnya juga disampaikan tujuan pemasangan stiker sebagai upaya menggugah kesadaran masyarakat, bahwa penerima bansos sebagai keluarga kurang mampu. “Tujuan penempelan stiker ini sebagai upaya menyadarkan penerima, sesuai aspirasi masyarakat bahwa ada penerima bansos PKH yang tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Contoh stiker KPM PKH Pamekasan.

“Sehingga dengan stiker ini, ada keterbukaan data penerima, sekaligus saling memonitor jika ada penerima yang tidak tepat sasaran. Dalam artian mempermudah masyarakat memberikan kontrol dan saran bagi penerima bansos, dapat meningkatkan transparansi publik, lebih tepat sasaran, serta meningkatkan graduasi atau kemandirian KPM,” jelasnya.

Tujuan lain dari pemasangan stiker tersebut, yaitu dalam rangka menekan angka kemiskinan di Indonesia, khususnya di kabupaten Pamekasan. “Orientasinya nanti ada efek malu bagi mereka yang memang bukan dari keluarga tidak mampu dan masih menerima bansos,” beber Hanafi.

“Kedepan kami harapkan agar secara sadar, KPM yang sudah masuk katagori sejahtera agar keluar dari kepesertaan. Otomatis mereka juga keluar dari BDT (Basis Data Terpadu), sehingga angka kemiskinan di Pamekasan dapat ditekan,” harapnya.

Berdasar hasil Final Closing Tahap 1 Tahun 2021 PKH Kabupaten Pamekasan, terdapat sebanyak 50.910 orang terdata sebagai KPM. Namun nantinya akan dilakukan labelisasi termasuk KPM PKH maupun KPM Sembako atau BPNT dengan total keseluruhan mencapai angka sebanyak 112.025.

“Rencananya insya’ Allah pekan ketiga Desember 2020 ini, kita mulai lakukan sosialisasi kepada Muspika. Sekaligus langsung melakukan pemasangan stiker secara serentak di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, tentunya dengan melibatkan unsur TNI-Polri dalam hal ini Babinsa dan Babinkamtibmas dan para pendamping,” pungkasnya. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar