Politik Pemerintahan

Sandiaga Bantah Bahas Pilpres Dengan Khofifah, Lalu Soal Apa?

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (21/5/2021) sore. Mantan Cawapres ini bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam survei Pilpres 2024 yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia, nama Sandiaga Uno dan Khofifah masuk 10 besar. Namun, Sandiaga membantah, pertemuannya dengan Khofifah membahas Pilpres.

“Jadi, kami di sini fokus dalam kepulihan ekonomi, kebangkitan. Mudah-mudahan pariwisata kita pasca pandemi, bangkit. Jadi, saya sudah sampaikan berkali-kali ke teman-teman juga bahwa kita butuh fokus sekarang yang betul-betul terintegrasi untuk memastikan kita, diskursus tentang politik ini tidak mengganggu impelementasi kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, tepat manfaat, tepat waktu,” kata Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan, pejabat di Indonesia harus fokus dalam menangani Covid-19 dan segera memulihkan ekonomi. Apalagi, sudah banyak korban Covid-19 di Indonesia.

“Karena ini kita berlomba dengan waktu, banyak yang sudah berguguran, kalau pemimpin-pemimpin nanti sudah diskursus masuk politik, maka mengganggu kinerjanya. Saya sudah menyampaikan dan saya yakin Bu Gubernur juga setuju fokus kita penanganan Covid-19 dan kebangkitan ekonomi kita,” tegasnya.

Sandiaga kemudian melempar pujian kepada produk UMKM atau ekonomi kreatif di Jatim. Bahkan, dirinya memamerkan sandal jepit yang ia pakai.

“Jadi saya sangat mengagumi produk ekonomi kreatif dari Jatim. Ini saya memakai sandal namanya karol sangkoni merknya. Saya tanya kok kayak namanya Eropa, oh ternyata (singkatannya) Karya Anak Remaja Lamongan. Jadi, ini dari Lamongan saya pakai,” tambahnya.

Khofifah kemudian menambahi “Tagline kita Jatim Bangkit Pak Menteri,” tambah Khofifah.

Sementara itu, Bali telah digadang-gadang menjadi tempat Work From Home (WFH) untuk memulihkan ekonomi pariwisata. Ternyata, Sandiaga Uno juga menyiapkan opsi di daerah lain khususnya di Jatim, misalnya Kota Batu.

“Itu yang nanti malam akan saya lakukan. Saya akan ke Batu untuk mengecek kesiapannya, dari jumlah kamar hotel, dari jumlah kapasitas, jaringan terutama WIFI diperlukan. Nanti, kami akan berkoordinasi dengan Kominfo dan juga dari segi infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Sandi menjelaskan, untuk mencanangkan program WFH di suatu daerah, diperlukan kesiapan yang memadai. Khususnya dalam penerapan prokes.

Bila daerah tersebut sudah mumpuni, lanjut Sandiaga, maka pihaknya bisa memberi sebuah insentif.

“Ini yang harus kita lakukan, sehingga nanti begitu kita berikan satu insentif, untuk Work From Batu misalnya. Kesiapannya itu sudah ada termasuk protokol kesehatannya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat untuk bekerja dari Bali. Luhut mengaku ada sensasi lain bekerja dari tempat wisata.

Ajakan tersebut mendapat respon positif dari Sandiaga. Tak hanya membidik Bali untuk memulihkan ekonomi pariwisata. Sandiaga tengah menyiapkan destinasi wisata lain yang berpotensi untuk bisa menjadi tempat bekerja.

“Pada akhirnya kita membuka work from any destination. Termasuk juga dari desa wisata. Jadi, kita buka peluang ini agar masyarakat segera beradaptasi,” pungkas Sandiaga. (tok/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar