Politik Pemerintahan

Sampaikan Program ke Pedagang Pasar, Gus Muhdlor Juga Ingatkan 3M

Sidoarjo (beritajatim.com) – Menyapa masyarakat Sidoarjo dan kampanye penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam agenda yang dilakukan oleh Cabup Sidoarjo dari PKB H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Hal itu dilakukan oleh cabup nomor urut 2 Gus Muhdlor yang berpasangan dengan Cawabup H. Subandi, saat menyapa masyarakat dan pedagang Pasar Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kamis (12/11/2020). Meskipun Sidoarjo sudah memasuki zona orange dan kurang 0,1 persen memasuki zona kuning, anjuran Gus Muhdlor tetap patuhi protokol kesehatan terus dilakukan.

“Sampun supe, selalu ndamel masker kalayan rajin cuci asto ngge pak, buk sederek sedoyo (jangan lupa saudara semuanya, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan),” kata Gus Muhdlor menyapa masyarakat.

Gus Muhdlor meyakini Sidoarjo selekasnya bisa menjadi zona kuning sampai menjadi zona hijau. Artinya dengan memasuki zona kategori menuju aman, aktifitas anak-anak sekolah bisa segera diberlakukan secara bertahap dan tetap mematuhi prokes seperti yang dianjurkan pemerintah.

“Mari kita jaga Sidoarjo, mari kita putus mata rantai penyebaran Covid-19, hingga benar-benar Sidoarjo aman dan menjadi zona hijau untuk keseluruhan 18 kecamatan di Sidoarjo. Semoga virus ini segera diangkat oleh Allah SWT dan tidak ada lagi virus yang berbahaya tersebut,” imbuh Gus Muhdlor dengan berdoa.

Sosialisasi perihal protokol kesehatan Covid-19 yang ditekankan Gus Muhdlor bersama tim pemenangannya berupa imbauan terkait 3 M (Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker). Selain itu, selama menyapa masyarakat, Gus Muhdlor juga menyosialisasikan programnya untuk menuju Pendopo Delta Wibawa nanti. Diantaranya program peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kader posyandu.

“Kami juga menyiapkan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta. Itu bisa menjadi stimulus modal usaha mikro ibu-ibu rumah tangga (perempuan) agar tidak bergantung pada suaminya saja,” urainya.

Juga, sambung alumnus Unair Surabaya itu, ada program Dana Operasional RT Rp 6 juta per tahun, jika dipercaya menjadi Bupati Sidoarjo. Hal ini, lantaran selama ini dana operasional RT di Sidoarjo sangat minim yakni Rp 100.000 per bulan. “Tugas RT tergolong berat karena bersinggungan langsung dengan masyarakat,” sebutnya.

Kedatangan Gus Muhdlor ini juga dielu-elukan masyarakat Desa Bluru dan pedagang Pasar Bluru Kidul. Mereka berebutan mendekat dan menyalami Gus Muhdlor. Karena selama ini yang diketahui mereka, hanya posternya saja, tidak pernah berjumpa langsung dengan putra KH. Agoes Ali Masyhuri itu.

“Kalau begini, saya legowo dan yakin sekali. Bisa tahu Cabup Gus Muhdlor secara langsung dan juga program untuk masyarakat Sidoarjo,” tandas Lukman, salah satu pedagang asal Desa Bluru, Kecamatan Sidoarjo. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar