Politik Pemerintahan

Sampah Meningkat, PHBS dan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Pemkab Mojokerto

Ratusan petugas kebersihan mengikuti Pembinaan dan Pemantapan Petugas Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengajak petugas kebersihan untuk bekerja lebih hati-hati dengan terus memperhatikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ajakan tersebut disampaikan kepada 300 orang petugas kebersihan dan pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.

“Pengelolaan sampah harus baik, terutama di masa pandemi Covid-19. Ini karena sampah medis juga pasti tambah banyak, misalnya dari penggunaan masker medis sekali pakai. Saya minta panjenengan semua kerja dengan hati-hati. Jaga kesehatan dengan menerapkan PHBS dan protokol kesehatan,” ungkapnya, Rabu (12/8/2020).

Bupati juga mengingatkan kembali kewajiban setiap individu untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sampah masing-masing. Hal tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya membudayakan pemakaian produk ramah lingkungan, memanfaatkan sampah melalui pengomposan, berkreasi dengan sampah yang didaur ulang serta memaksimalkan peran TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).


“Saat ini, Perda Pengelolaan Sampah Kabupaten Mojokerto, sudah masuk tahap pengesahan. Di dalamnya mengatur hak dan kewajiban semua warga untuk melaksanakan pengelolaan sampah. Termasuk retail, fasilitas umum, perkantoran, pabrik, rumah sakit dan lain-lain. Jadi, bukan hanya pemerintah yang dituntut mengolah sampah, semua juga harus peduli,” katanya.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin menjelaskan, pengolahan sampah di Kabupaten Mojokerto masih sangat perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan pengelolaan, mulai dari mencukupi alat-alat sekaligus SDM. Menurutnya, dalam pengelolaan sampah harus terus dilakukan agar masalah sampah tidak terus menjadi persoalan.

“Sebab, sampah yang kita tangani saat ini masih 4-5 persen, masih jauh dari target di 2025. Alhamdulillah, Desember ini TPA Karangdieng akan kita manfaatkan untuk pengelolaan sampah Kabupaten Mojokerto. Untuk mendukung operasional, kami ajukan perlengkapan alat-alat berat dan SDM nya. Bagi teman-teman tenaga harian lepas (THL) DLH, akan kita naikkan juga honornya,” terangnya.

Dalam Pembinaan dan Pemantapan Petugas Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Mojokerto tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada 10 orang petugas kebersihan DLH Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar