Politik Pemerintahan

Sambil Blusukan, Paslon NIAT Sosialisasikan Program Gresik Sehati

Gresik (beritajatim.com)– Moment masa kampanye terus dilakukan oleh semua pasangan calon (Paslon) yang maju di Pilkada Gresik 2020. Salah satu paslon yang memanfaatkan itu adalah Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT).

Paslon nomor urut 2 itu, sambil blusukan menyapa masyarakat juga mensosialisasikan program ‘Gresik Sehati’. Dihadapan masyarakat Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dicurhati warga soal permasalahan kesehatan.

Hal ini karena warga yang terdaftar di BPJS ketika berobat ke rumah sakit kerap di perlakukan berbeda dengan pasien umum maupun asuransi.

Melalui program Gresik Sehati kata Gus Yani, menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari rumah sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas. Sebab, program Gresik Sehati bakal menggratiskan pasien BPJS kelas 3 ber-KTP gresik melalui APBD.

Tak hanya kelas 3, pasien BPJS kelas 2 dan 1 nantinya juga disubsidi oleh Pemkab Gresik senilai iuran BPJS kelas 3. Sehingga, peserta BPJS kelas 2 dan 1 tinggal mengangsur sisanya.

“Semua peserta BPJS kelas 3 nanti akan saya gratiskan. Yang kelas 2 dan 1 juga saya subsidi senilai kelas 3. Kalau sekarang kelas 3 angsurannya Rp 42 ribu, kelas 2 Rp 100 ribu dan kelas 1 Rp. 150 ribu. Maka kelas 2 tinggal ngangsur sisanya Rp. 58 ribu, dan kelas 1 tinggal bayar 108 ribu,” ujarnya dihadapan warga dan emak-emak, Sabtu (14/11/2020).

Lebih jauh Gus Yani menjelaskan, pihaknya pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) sudah mengkaji dan memperhitungkan matang program ini. Sebab kesehatan merupakan sektor yang fundamental di dalam masyarakat. Sehingga, alokasi APBD pada sektor kesehatan bisa ditambah tanpa  menyebabkan APBD defisit.

“APBD kita ini besar 3,5 Triliun. Karena itu alokasi anggaran di sektor kesehatan masih bisa ditambah. Tidak perlu kuatir defisit, karena APBD kita masih bisa ditingkatkan lagi. Slah satunya dengan cara intensifikasi pendapatan serta efisiensi dan efektifitas belanja daerah,” ungkapnya.

Selain masalah BPJS, tidak sedikit warga yang mengharapkan adanya rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena itu pihaknya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit itu sudah masuk dalam visi misinya.

“Saya tidak tega warga Menganti sakit harus ke rumah sakit Surabaya, termasuk warga  Driyorejo. Warga Wringinanom juga kalau sakit harus ke Mojokerto. Makanya saya jamin warga tidak perlu berobat ke luar Kota Gresik,” ujarnya.

Dalam program Gresik Sehati itu paslon Niat juga melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat desa dengan cara peningkatan kualitas serta kuantitas bidan desa. Bahkan, tunjangan kinerja tenaga kesahatan juga ditingkatkan agar tercipta pelayanan yang maksimal untuk kesehatan masyarakat terutama yang kurang mampu.

“Program Gresik Sehati akan meningkatkan fasilitas kesehatan dan menyiapkan tenaga medis profesional pada pusat layanan kesehatan masyarakat gresik,” tandasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar