Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Salurkan BLT ke Pedagang, Dandim 0820 Probolinggo Harapkan Bantuan Tepat Sasaran

Simbolis: Dandim 0820 Probolinggo saat memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat

Probolinggo (beritajatim.com) – Untuk membantu masyarakat yang terpuruk pada sektor ekonomi di tengah pandemi covid-19, Kodim 0820 Probolinggo menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pedagang kaki lima dan pemilik warung makan di Probolinggo, Selasa (19/10/2021).

Bantuan langsung tunai itu diserahkan kepada 1.200 pedagang kaki lima dan pemilik warung, dengan besaran Rp 1,2 juta per orang.

Bantuan langsung tunai itu disyukuri oleh Misti (60) Warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, yang sejak pandemi covid-19 nyaris tak lagi menjual rujak, ia mengaku sehari pendapatannya sudah tak menentu. “Kadang Rp 50 ribu sampai Rp 85 ribu. Kadang tidak ada pembeli sama sekali,” katanya dengan berlinang air mata.

Untuk bertahan hidup, ia bergantung kepada anak dan kerabatnya. Hasil penjualan rujak cingur sudah tidak lagi mencukupi biaya hidupnya. Bahkan untuk berobat sampai kebutuhan tak terduga, seperti undangan hajatan tetangga semakin sulit teratasi.

Baginya menutup warung rujak kecil-kecilan juga bukan pilihan tepat, karena tidak ada usaha alternatif untuk dijadikan sumber penghasilan, sehingga memaksa Misti untuk terus bertahan menjual rujak cingur.

Misti adalah salah satu contoh diantara ribuan potret pedagang mikro kecil yang tercekik pandemi covid-19 dan terbelit kebutuhan hidup sejak setahun lalu.

Pasiter Kodim 0820 Probolinggo, Kapt. Ari Bunanto, mengatakan bantuan langsung tunai itu akan digelontorkan secara bergelombang, tiap gelombang yang dijadwalkan diikuti penerima maanfaat dari dua kelurahan.

Pada gelombang pertama ini, bantuan disampaikan kepada sekitar 300 pedagang dari Kelurahan Mayangan, dan Pilang. Gelombang ke dua dan selanjutnya bakal dijadwal ulang bagian per Kodim 0820 Probolinggo. “Kami jadwalkan dan juga siapkan vaksin bagi penerima bantuan yang belum divaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol Arh. Arip Budi Cahyono, mengatakan, bantuan dimaksud disalurkan pemerintah melalui TNI/Polri untuk mempercepat proses pendistribusian.

“Sejauh ini kita kerahkan tenaga para babinsa, untuk proses pendataan langsung di lapangan. Kami ingin pastikan penerima manfaat benar-benar para PKL dan warung,” katanya.

Agar bantuan tepat sasaran, Arip menegaskan, Babinsa akan mendata secara dor to dor, dengan datang dan memotret pedagang di depan lapak masing-masing yang berkategori PKL dan warung kecil. “Jadi saya yakin dengan pendataan dan bukti foto oleh Babinsa, penerima memang layak mendapat bantuan,” imbuh Arip.

Dandim berharap, uang senilai Rp 1,2 juta, yang diterimakan bisa dimanfaatkan untuk menstimulus usaha kecil para PKL. “Bapak, ibu, mohon jangan belanjakan uang itu untuk kesenangan. Pakai uang itu untuk menambah modal usaha. Semoga berkah,” tutup Dandim Arif, di hadapan para penerima manfaat.

Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Probolinggo, Eko Hardianto, Menyambut baik peran TNI/Polri dalam mendistribusikan bantuan pemerintah. “Saya yakin tidak ada PKL dan pemilik warung yang terlewati, jika pendataan dilakukan secara masih oleh para babinsa di bawah pengawasan Danramil dan Dandim,” ujar Eko. (kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar