Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Salis Sukses Ubah Kampung Kumuh Jadi Ikon Wisata Kota Malang

Salis Fitria saat meraih juara 1 Lomba Pemuda Pelopor tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2019.

Malang(beritajatim.com) – Salah satu penggagas Kampung Warna-warni, Jodipan, Kota Malang, Salis Fitria (26 tahun) meraih penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi tahun 2019. Dia meraih juara karena mampu menyulap kampung yang dulunya kumuh, kini menjadi ikon wisata di Kota Malang.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, bahwa tugas praktikum pada semester 5 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2016 itu mengantarkan dia meraih penghargaan itu. Bahkan, Kampung Warna-warni ini namanya kian tersohor karena menjadi jujukan wisatawan domestik dan mancanegara.

“Alhamdulilah, sampai sekarang eksistensinya Kampung Warna-warni Jodipan masih ada. Proses penjuriannya cukup sulit karena orang provinsi survei langsung di lokasi. Hingga akhirnya saya mengharumkan Kota Malang di tingkat provinsi,” kata Salis, Kamis, (28/10/2021).

Pada momen sumpah pemuda ini, prestasi yang diraih Salis bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya. Dalam ajang lomba pemuda pelopor Jatim. Tiga syarat harus dipenuhi untuk menjadi juara. Yakni, sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata. Kampung warna warni Jodipan telah memenuhi tiga aspek tersebut.

“Jadi berawal dari tugas public relation (PR) saya mencari CSR (dana sosial perusahaan) ketemulah perusahaan cat. Mereka bersedia turut serta membuat kampung warna-warni ini. Dulu Jodipan terkenal kumuh, kampung preman bahkan ada cap kampung teroris. Kini, adanya ini bisa mengubah stigma itu,” ujar Salis.

Kampung Warna-warni Jodipan kini telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Mulai dari juru parkir, penjual souvenir, hingga penjualan makanan dan minuman. Bahkan, setelah Kampung Warna-warni terkenal, muncul kampung-kampung tematik lainnya di Kota Malang.

“Image buruk itu ternyata tidak benar, saya kesana semua orang itu ramah. Ide kita ini diterima dengan baik. Dulu tidak pernah membayangkan karyanya jadi booming, cuma suka membangun relasi aja sama teman-teman, sama orang baru. Mungkin itu yang membawa saya sampai ke sini,” tutur Salis.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pemuda di Kota Malang. Kota Malang sebagai kota pelajar, yang memiliki ratusan pemuda inovatif untuk mendorong dan mendukung pembangunan daerah melalui berbagai sektor.

“Mengingat kita itu kota edukasi, banyak sekali pemuda yang berasal tidak hanya dari Kota Malang saja yang tinggal disini. Maka kita harus mempersiapkan supaya mereka siap menjadi generasi yang baik dan tangguh,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, 50,65 persen penduduk Kota Malang adalah pemuda. Ekonomi kreatif dapat berkembang pesat di Kota ini karena memiliki sumber daya manusia yang mempuni. Pertumbuhan industri start up digital di Kota Malang semakin tinggi, dan telah mencapai 151 perusahaan semuanya dilakukan oleh para pemuda.

“Sebenarnya basic ekonomi kreatif yang menggerakkan adalah pemuda. Disini lah mereka memiliki andil besar dalam partipasi pembangunan Kota Malang. Ditambah potensi besar sumber daya manusia di Kota Malang yang didominasi oleh pemuda milenial. Hal ini menjadikan pemuda di Kota Malang memegang kunci penting dalam pembangunan daerah dan penentuan arah menuju cita-cita bangsa dan Negara,” tandas Sutiaji. (Luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan