Politik Pemerintahan

Saling Serang Via Medsos Bupati Lumajang dan Bupati Boltim Terus Berlanjut

Bupati Lumajang Thoriqul Haq

Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memberikan klarifikasi terkait dengan tudingan Senan Salim Landjar Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulut dengan masih banyaknya peminta-minta di kaki Gunung.

Cak Thoriq sapaan akrab orang nomer satu di Kota Pisang menganggap memang ada tapi bukan dalam tanda kutip negatif.

“Di Lumajang masyarakat meminta pelayanan, minta barang hasil pertanian dibeli dan itu disampaikan di grup facebook lapor lumajang milik pemerintah,” ujar Cak Thoriq yang 2 tahun memimpin di tanah Arya Wiraraja pada wartawan.

Dia mengaku jika  tundingan adanya peminta-mita dalam tanda kutip negatif, dirinya memastikan tudingan tersebut tidak mendasar. Apalagi soal menyiapkan 900 ton bagi warganya dalam tiga bulan.

“Kami di Lumajang sudah lebih dari seribuan ton didistribusikan melalui partispasi masyarakat,” paparnya.

Pemkab Lumajang juga sudah menyiapkan untuk membeli beras petani hingga bulan Desember sebanyak 6 ribu ton membantu warga terdampak. Hal ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Jika Bupati Boltim ngomong 3 bulan saja, saya di Lumajang memikirkan jangka panjang, hingga akhir tahun,” ungkapnya.

Kritik Bupati Lumajang disampaikan ke Bupati Boltim adalah bagian dari mengingkatkan sebagai kepala daerah untuk bekerja keras. Bukan malah menyampaikatan kata goblok dan bodoh pada menteri sosial itu tidak baik dalam etika birokasi.

“Pak Presiden menyampaikan ruwet mengatasi corona, makannya dia mengajak kerja keras bagi kepala daerah dan kepala desa,” terangnya.

Cak Thoriq tidak menyoroti mengenai program kerja dari Bupati Boltim, tetapi bagaimana menangani covid-19. Mengenai persoalan di Lumajang dan kerjanya, Cak Thoriq menilai berlebihan.

“Jujur saja, tuduhan dia soal Lumajang tidak mendasar,” pungkasnya. (har/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar