Politik Pemerintahan

Salat Idul Fitri Diperbolehkan, Wali Kota Sutiaji Titip Protokol Kesehatan Diperketat

Wali Kota Malang, Sutiaji mengizinkan salat Idul Fitri di gelar di wilayahnya.

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji mengizinkan salat Idul Fitri di gelar di wilayahnya pada Kamis, (13/5/2021). Kota Malang saat ini masih berstatus zona oranye penyebaran Covid-19, untuk itu salat Idul Fitri harus dilaksankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sutiaji mengatakan, hasil rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahwa parameter diperbolehkan suatu wilayah untuk salat Ied bukan berdasarkan zonasi keseluruhan daerah. Melainkan, zonasi sesuai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

“Dasar zonasi yang digunakan bukan zonasi secara keseluruhan namun menggunakan zonasi PPKM Mikro sesuai arahan Ibu Gubernur Jawa Timur saat rakor PPKM semalam,” kata Sutiaji, Senin, (10/5/2021).

Data saat ini, di Kota Malang terdapat 4.132 RT yang berstatus zona hijau dan 141 RT berstatus zona kuning. Atas dasar inilah Pemkot Malang mengizinkan pelaksanaan salat Idul Fitri dengan protokol kesehatan diperketat.

“Masyarakat juga dihimbau untuk dapat melaksanakan sholat di wilayahnya masing-masing. Termasuk, pelaksanaannya ketika jalannya salat Idul Fitri, dalam hal ini juga tengah berproses untuk diatur di Kota Malang dengan melibatkan berbagai unsur organisasi keagamaan,” ujar Sutiaji.

Sutaji mengatakan, ada skema penataan yang harus dijalankan panitia, diantaranya shaf saat salat Idul Fitri, lalu setiap jamaah diwajibkan membawa alat salat dari rumah masing-masing dan datang ke lokasi pelaksanaan salat dalam keadaan suci atau wudlu dari rumah. Hingga pengaturan proses pembubaran jamaah agar tidak terjadi kerumunan.

“Bagaimana protokol pelaksanaannya, tetap shaf akan ditata. Lalu, sudah pakai air wudhu dari rumah sudah suci. Harus pakai alas sholat sendiri, alas kakinya tidak boleh ditempatkan sembarangan harus diamankan masing-masing, sehingga tidak terjadi kerumunan dan ketika pulang tidak boleh ada kerumunan,” papar Sutiaji.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Walikota Malang No 21 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Ibadah Salat Idul Fitri tahun 1442 H tahun 2021 dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 menyatakan bahwa selain penyediaan fasilitas protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga diatur hal lainnya. Seperti, setiap warga Kota Malang diimbau untuk melakukan salat di wilayahnya masing-masing.

“Salat Ied di tempat-tempat ibadah terdekat, di masjid, musola terdekat. Kalau ada di RW 5 tidak harus ke RW 9. Dan menghindari bersalaman-salaman, dan saya pakai handsanitizer misalnya, tapi tetap dianjurkan tidak bersalam-salaman. Harapannya itu juga menghindari kerumunan,” tandasnya. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar