Politik Pemerintahan

Debat Putaran III Pilkada Jember

Salam-Ifan: Tegak Lurus dan Bebas Pungli, Tapi Banyak Kantor Roboh di Jember

Jember (beritajatim.com) – Pasangan calon bupati Abdus Salam dan wakil bupati Ifan Ariadna menanyakan komitmen calon bupati Hendy Siswanto dan calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman untuk mengerjakan proyek pengadaan barang dan jasa sesuai aturan, jika memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Dalam proses pengadaan barang dan jasa, memang sudah ada aturan main. Tapi aturan main itu kadang disiasati. Ini yang sering jadi sumber permasalahan sekarang,” kata Ifan, dalam debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (1/12/2020) malam.

“Seperti juga yang terjadi di Jember. Bu Faida dengan konsep tegak lurusnya, yang katanya mencantumkan bebas pungli dan lain-lain, namun banyak sekali hasil-hasil proyek sekarang mengecewakan. Banyak kantor roboh, sekolah-sekolah, dan lainnya,” kata Ifan.

Hendy mengatakan, contoh yang dipaparkan Ifan terjadi di Jember. “Tapi tak pernah ada (bangunan) yang roboh kalau saya mengerjakan. Kalau roboh kemudian diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dengan tujuan tertentu, itu persoalan,” katanya.

BPK memberikan sejumlah opini terhadap hasil audit. Salah satunya disclaimer atau tidak bisa diperiksa karena kurangnya bukti pendukung. Menurut Hendy, pemberian opini disclaimer dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan keuangan negara seharusnya bikin gemetar. “Karena tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan. Ini uang negara, bagaimana ya? Tidak tepat sasaran dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mohon maaf, ini sudah melanggar hukum,” katanya.

Berpengalaman sebagai birokrat, Hendy mengaku tidak pernah mengalami hal itu. “Tool kita untuk melaksanakan pembangunan proyek apapun itu, saya kembalikan lagi, pengadaan barang dan jasa sangat istimewa: aturan dan regulasinya jelas. Yang tidak benar orangnya,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar