Politik Pemerintahan

Salam-Ifan: Program Satu Desa Satu Dosen Tak Sesuai Fakta Lapangan

Jember (beritajatim.com) – Calon wakil bupati Ifan Ariadna mengkritik program kerja ‘Satu Desa Satu Dosen’ yang menjadi program Bupat Faida selama memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada periode 2016-2021.

Ifan mengatakan, program tersebut bagus. Namun ia mempertanyakan kenapa program ini tidak sejak dulu dilaksanakan. “Perguruan tinggi di Jember memiliki banyak pakar dan banyak ahli, terutama pakar yang memang betul-betul berkesinambungan dengan potensi di Kabupaten Jember,” katanya, dalam debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (1/12/2020) malam.

Ifan mencontohkan banyaknya pakar bidang pertanian di Unej. “Tapi kenapa sejak Ibu (Faida) memimpin, tidak pernah dirangkul. Kok baru sekarang dijadikan program ‘Satu Desa Satu Dosen’? Seharusnya itu jadi potensi utama kita yang memang terbaca dari awal, bahwa Jember ibu kandung perekonomiannya adalah sektor pertanian,” katanya.

“Seharusnya dari awal siapapun yang memimpin Jember harus mengutamakan apa yang ada di sektor pertanian, terutama bagaimana kita bisa merangkul stakeholder di universitas negeri atau swasta di Jember,” kata Ifan.

Menanggapi itu, Faida mengatakan, desa adalah poros pembangunan di Jember. Program itu sudah masuk dalam 22 Janji Kerja pada pemilu sebelumnya. “Sudah kami jalankan. Oleh karenanya, karena kami menganggap ini program baik, program ini akan kami lanjutkan berikutnya,” katanya.

Namun Salam mengatakan, fakta di lapangan tidak sesuai dengan yang disampaikan Faida. “Satu Desa Satu Dosen, apa fungsi untuk masyarakat, terutama untuk petani, UMKM, apakah benar-benar sudah terimplementasikan dengan baik di sana, ataukah dosen yang dirangkul juga dosen Jember?” [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar