Politik Pemerintahan

Salahi Perda dan Izin Habis, 3 Swalayan di Kota Mojokerto Ditutup Permanen

Anggota Satpol PP Kota Mojokerto menutup permanen toko swalayan di Jalan Residen Pamuji Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menutup permanen tiga toko swalayan di dua kecamatan yang ada di Kota Mojokerto. Penutupan permanen ini menyalahi aturan lantaran keberadaan toko swalayan tersebut berdekatan dengan pasar tradisional dan masa izin sudah tidak berlaku.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, keberadaan swalayan tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2015 terkait Penataan Toko Swalayan Yang Jaraknya Terlalu Dekat dengan Pasar yakni minimal 300 meter dari lokasi pasar.

“Swalayan ini ditutup secara permanen. Ada tiga toko swalayan yang kita tindak, di depan Pasar Tanjung Anyar dan di Jalan By Pass Kecamatan Magersari serta di Kecamatan Prajurit Kulon karena masa izin sudah tidak berlaku. Ini merupakan awal karena masih ada toko swalayan lain yang melanggar Perda tersebut,” ungkapnya, Rabu (16/9/2020).

Penindakan tersebut, lanjut Dodik, sesuai hasil inventarisasi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto. Hasilnya, ada puluhan toko swalayan masuk dalam data penertiban untuk dilakukan penutupan sementara.

“Kita sudah berulang kali melayangkan surat peringatan kepada pengelola toko swalayan namun ternyata tidak ada berkas perpanjangan perizinan yang masuk di DPMPTSP dan hari ini eksekusi untuk tutup sementara sampai izin terbaru keluar,” tandasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar