Politik Pemerintahan

Salah Satu Anggota Pansel Pimpinan 9 OPD Sumenep Diduga Pengurus Parpol

Sumenep (beritajatim.com) – Salah satu anggota panitia seleksi (pansel) pengisian jabatan pimpinan di sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep diduga merupakan pengurus salah satu Partai Politik (parpol).

“Berarti ini sudah ‘kecolongan besar. Yang kecolongan ya banyak pihak. Mulai bupati, Ketua Pansel, dan masyarakat Sumenep secara umum,” kata aktivis Forum Keluarga Mahasiswa Sumenep, Moh. Sutrisno, Jumat (26/09/2019).

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, pada Pasal 114 ayat (6) disebutkan bahwa salah satu persyaratan Pansel pengisian JPT (jabatan pimpinan tinggi), baik Utama, Madya dan Pratama ialah tidak menjadi anggota/pengurus partai politik. “Jadi dugaan kami sejak awal bahwa ada ‘main mata’ pansel dalam pengisian jabatan pimpinan OPD mendekati kebenaran,” tandasnya.

Sementara Ketua Pansel sembilan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sumenep, Edy Rasiyadi menjelaskan, Pansel terdiri dari berbagai unsur, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM),  independen, dan akademisi.

“Dari unsur independen ada Pak Idris mantan Sekda, dan dua orang dari akademisi. Satu dari Unija dan satu lagi bergelar doktor,” terang Edy yang juga menjabat sebagai Sekda Sumenep.

Saat disampaikan bahwa salah satu pansel yakni Syaiful A’la yang tercatat sebagai pengurus harian salah satu partai politik, Edy mengatakan, ia mengetahui yang bersangkutan sebagai akademisi, bukan aktivis parpol.

“Pansel diangkat melalui SK Bupati. Lagipula yang bersangkutan itu kan hanya anggota. Ketua panselnya saya. Dan anggota juga bukan hanya dia. Masih ada anggota-anggota lain,” tukasnya. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar