Politik Pemerintahan

Saksi di Sampang Diduga Ditembak, Satunya Dibacok

Sampang (beritajatim.com) – Pesta demokrasi yang berlangsung di Kabupaten Sampang, Madura, beberapa kali diwarnai konflik baik saat pelaksanaan maupun pasca pencoblosan. Tak terkecuali pada Pemilu serentak, Pilpres dan Pileg 2019 ini. Konon terjadi kericuhan di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

“Karena saya tidak di lokasi, belum bisa berkomentar tentang kronologisnya, ini saya menuju lokasi, tapi saya kirim nomor Petugas Pengawas Lapangan (PPL),” terang, Sidik, Panwascam Kecamatan Banyuates, Sampang, Rabu (17/4/2019).

Sementara itu, saat ditelpon PPL Desa Tapaan, Abdus Safik menjelaskan, kejadian penembakan dan pembacokan itu dipicu oleh perebutan mandat sebagai saksi.

“Yang kenak tembak saya tidak tahu namanya, tetapi warga Ketapang dan satunya dari Banyuates terkena sabetan senjata tajam, keduanya terluka dan dibawa ke Puskesmas,” jelasnya.

Tak hanya itu, Abdus Safik juga menjelaskan, penembakan itu dilakukan oleh warga sipil yang berlangsung di jalan raya Desa Tapaan atau tidak jauh dari TPS 8.

“Saat kejadian aparat keamanan banyak di lokasi kejadian, Mas,” imbuhnuya.

Terpisah, Humas Polres Sampang, Ipda Puji Eko Waluyo, saat dihubungi melalui jaringan telepon mengaku atau berkometar sama dengan Panwascam, yakni baru akan melakukan kroscek ke lapangan. “Saya masih di Torjun dan saya akan krocek,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar