Politik Pemerintahan

SAH Ziarah ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-727, Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) Surabaya, Siti Anggraenie Hapsari (SAH) berziarah ke makam pahlawan asal Surabaya,Bung Tomo dan Dr Soetomo, Minggu (31/5).

SAH didampingi suaminya, Siswandi dan belasan relawan tiba di TPU Ngagel Rejo sekitar pukul 10.00. SAH melakukan tabur bunga dan doa bersama di depan pusara Bung Tomo untuk mendoakan sekaligus merefleksi perjuangan pahlawan nasional tersebut.

“Kalau bicara soal Surabaya tentu tidak lepas dari ikon heroik 10 November 1945 silam. Karena itu, kami melakukan tabur bunga dan doa bersama untuk merefleksi perjuangan Bung Tomo,” ujar SAH.

Dia yang seorang notaris dan aktif di organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) mengaku sangat menghargai perjuangan Bung Tomo yang sudah berjuang dan berkorban mempertaruhkan nyawa untuk Surabaya dan negeri ini sampai titik darah penghabisan untuk mengusir penjajah.

Lebih jauh, SAH menuturkan, sebagai pahlawan nasional, Bung Tomo yang asli Arek Suroboyo patut dijadikan panutan. “Peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, cukup besar,” ungkap dia.

Menurut SAH, Bung Tomo juga dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan semangat kemerdekaan. “Dan, kemerdekaan itu kini kita nikmati. Sekarang ini kemerdekaan menjadi tanggung jawab kita semua. Apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini,” ungkap SAH yang juga pengurus DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Usai di makam Bung Tomo, SAH yang didampingi suami dan relawannya melanjutkan ziarah ke makam Dr Soetomo di Jalan Bubutan 85-87 sekitar pukul 11.00.

Di makam Dr Soetomo ini, SAH dan suaminya hanya bisa berdoa dari luar pagar makam karena pintu pagar makam terkunci.
“Dari makam Bung Tomo kita langsung ke sini (makam Dr Soetomo, red) dan berharap bisa merenungi dan meneladani perjuangan beliau terhadap kesehatan masyarakat, pendidikan dan kedokteran. Di zaman penjajahan beliau berjuang untuk rakyat, bukan sebuah upaya yang mudah di bawah penjajahan Belanda saat itu, ” tandas dia .

Di sela- sela kunjungannya, SAH menyatakan takjub melihat perjuangan Dr Soetomo. “Perjuangan beliau untuk Kota Surabaya dan negeri ini patut kita jadikan suritauladan. Mengingat di tengah musibah yang kita alami saat ini banyak perawat dan dokter gugur di medan peperangan melawan pandemi Covid-19. Mereka adalah para suhada yang mewarisi jiwa-jiwa Dr Soetomo, ” ujarnya berapi-api.

Untuk itu, jika kelak dirinya dipercaya sebagai wakil wali kota Surabaya, dia berjanji tidak akan melupakan perjuangan para tokoh-tokoh besar yang ada di Surabaya.

Sementara Ketua Relawan SAH, Abdul Hamid mengatakan, sebagai anak bangsa yang dilahirkan di abad milenium, pihaknya perlu tahu dan meneladani perjuangan Bung Tomo dan Dr Soetomo.

Menurut dia, bangsa Indonesia tidak akan dapat menikmati kemerdekaan tanpa perjuangan para pahlawan yang penuh pengorbanan. “Untuk itu, saya mengajak Ibu SAH untuk tabur bunga dan doa bersama di makam Bung Tomo dan Dr Soetomo.

Abdul Hamid berharap, jika kelak Ibu SAH diberi amanah sebagai pemimpin Surabaya, tidak meninggalkan kearifan lokal yang dimiliki Surabaya. Harapan kami kepada pendukung Ibu SAH dapat.mempertahankan jiwa nasionalisme dan patriotisme untuk mengisi pembangunan di Surabaya dan Indonesia di mas mendatang,” tandas dia. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar