Politik Pemerintahan

Sabtu-Minggu, Bupati Sumenep Minta Warga Tak Keluar Wilayah Desa

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, A. Busyro Karim meminta agar warga membatasi aktifitas keluar rumah pada Sabtu dan Minggu, demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Jadi dalam kebijakan ini, pergerakan masyarakat yang dibatasi. Bukan dilarang. Setiap hari Sabtu dan Minggu masyarakat diminta untuk tetap di desanya. Tidak keluar masuk ke desa lain,” katanya, Rabu (22/04/2020).

Ia menjelaskan, pembatasan pergerakan masyarakat diberlakukan di hari Sabtu dan Minggu, karena pada saat hari libur, biasanya ada kecenderungan peningkatan aktifitas warga ke luar rumah.

“Karena tidak ke kantor, maka banyak yang berkunjung ke desa lain sekedar jalan-jalan, ngobrol atau kumpul-kumpul saja. Ini yang akan kita batasi, karena kita sama-sama tidak ingin ada penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Menurut Busyro, dalam satu dua hari ini, akan dibahas secara teknis mengenai pembatasan aktifitas warga tersebut. Nantinya akan ada surat edaran ke Camat dan Kepala Desa.

“Kalau pembatasan ini diberlakukan, maka yang berperan besar selain aparat kepolisian dan TNI adalah pemerintahan desa. Karena itu nanti akan ada edaran ke Camat dan Kades tentang teknis pembatasan itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembatasan aktifitas warga pada hari Sabtu dan Minggu itu untuk sementara diberlakukan di wilayah Kecamatan Kota Sumenep. “Kenapa harus di Kecamatan Kota? Karena di kota ini pergerakannya lebih dinamis. Masyarakat dari luar juga cukup banyak yang masuk. Nah ini yang akan dibatasi. Sekali lagi, bukan dilarang,” tandasnya. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar