Politik Pemerintahan

Saatnya PPP Dipimpin Perempuan

Madini Farouq

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendukung Khofifah Indar Parawansa dan Yeni Wahid menjadi kandidat ketua umum partai tersebut, setelah Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Kami mencari sosok tokoh nasional yang dikenal bersih dan bisa mengangkat citra PPP. Dua kali PPP, ketua umum laki-laki, ditahan (KPK). Mungkin sekali-sekali perlu dicoba ketua umum perempuan,” kata Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq.

Menurut Madini, terpilihnya tokoh perempuan sebagai ketua umum akan menjadi terobosan. “Di samping isu kesetaraan gender kita angkat, kalau perempuan lebih berhat-hati,” katanya.

“Untuk sosok wakil ketua umum, bisa diambilkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Kalau gubernur Jawa Timur, wakil gubernur Jawa Tengah, dan wakil gubernur Jawa Barat ada di pimpinan DPP PPP, insya Allah perolehan suara PPP diambilkan juga dari perwakilan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Itu akan mencerminkan PPP berkembang secara nasional. Tidak hanya kuat di Jawa, walau pun Jawa menjadi faktor penting strategis,” kata Madini.

Sementara itu, lanjut Madini, Yeni Wahid memiliki kekuatan sebagai anak tokoh NU KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. “Barikade Gus Dur atau Gus Durian banyak yang kecewa dengan PKB dan bergabung dengan PPP, termasuk saya di dalamnya. Kalau sosok Yeni Wahid bisa masuk atau diakomodir dalam kepengurusan DPP yang akan datang, tentu akan bisa menguatkan PPP ke depan,” katanya.

“Yang kami harapkan agar pergantian di atas, apakah tetap pelaksana tugas atau munaslub, jangan sampai menimbulkan konflik dualisme seperti kemarin. Saya sampaikan kepada DPP (Dewan Pimpinan Pusat) tolong betul-betul perhatikan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga). Jangan sampai ada celah untuk dipersoalkan, karena kami sudah capek dengan dualisme yang kemarin,” kata Madini. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar