Politik Pemerintahan

Rusunawa Gunungsari Tak Sesuai Peruntukan, Ini Tanggapan DPRD Jatim

Rusunawa Gunungsari

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto ikut buka suara terkait Rusunawa Gunungsari Surabaya milik Pemprov Jatim yang sudah tak sesuai peruntukannya.

Ini karena Rusunawa yang seharusnya diisi warga eks penggusuran Stren Kali Wonokromo, ternyata hanya diisi 40 persen untuk warga sesuai peruntukannya. Sisanya mereka yang menghuni adalah mereka yang membeli unit mulai harga Rp 20-50 juta per unit ke penghuni yang lama.

Pantauan beritajatim.com di Rusunawa Gunungsari Surabaya, terlihat beberapa mobil yang parkir di halaman rusun. Mereka bukanlah warga eks stren kali.

“Kami tegaskan bahwa Rusunawa tidak boleh dipindah tangankan, baik dijual atau disewakan ke orang lain. Ini karena bergeser dari maksud dan tujuan dari dibangunnya Rusunawa. Yakni, untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau akibat adanya kebijakan pemerintah, seperti penggusuran dan lainnya,” kata Kuswanto dikonfirmasi beritajatim.com, Jumat (13/3/2020).

Dan, Kuswanto tetap meminta kepada penghuni rusunawa agar tetap membayar uang sewa setiap bulan. “Sebagai kompensasi untuk pemeliharaan oleh dinas terkait,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jatim mulai bersikap tegas terkait para ‘penghuni liar’ di Rusunawa Gunungsari, Jalan Gunung Sari Surabaya.

“Rusunawa Gunungsari berisi 268 unit dan hanya 40 persen dihuni sesuai peruntukannya, yakni warga eks gusuran stren Kali Jagir Wonokromo. Hingga bulan ini, para penghuni rusunawa menunggak sebesar Rp 2,4 miliar. Mereka rata-rata nunggak uang sewa Rp 20-30 juta per orang,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jatim, Baju Trihaksoro kepada beritajatim.com, Kamis (12/3/2020).

Menurut dia, pihaknya telah melakukan penertiban penghuni yang bukan sesuai peruntukan sejak tahun 2013. Hasilnya, hingga Maret 2020, sudah ada 20 kamar yang berhasil ‘direbut’ kembali dan dikembalikan sesuai peruntukannya.

Untuk diketahui, tarif sewa di Rusunawa Gunungsari untuk lantai satu Rp 300 ribu per bulan, lantai dua Rp 275 ribu per bulan, lantai tiga Rp 250 ribu per bulan, lantai empat Rp 225 ribu per bulan dan lantai lima Rp 200 ribu per bulan.

Rusun Gunungsari tersebut diresmikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada tahun 2011 lalu. Saat itu hunian sederhana tersebut dibangun dengan APBD Provinsi Jatim sebesar Rp 67 miliar.

Berada di atas lahan seluas ± 6.799 meter persegi. Rusun tersebut terdiri dari tiga twin blok, masing-masing lima lantai dengan hunian sebanyak 268 unit. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar