Politik Pemerintahan

Rusunawa Cinde Penuh, Pemkot Mojokerto Siapkan Gedung Balai Diklat Sebagai Tempat Observasi Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto sebagai gedung observasi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyiapkan satu gedung lagi. Yakni gedung Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, gedung Balai Diklat sudah sejak lama direncanakan untuk ruang observasi pasien Covid-19 di Kota Mojokerto. “Pemkot Mojokerto memang sudah menyiapkan 2 tempat sebagai ruang isolasi,” ungkapnya, Selasa (16/6/2020).

Masih kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) ini, saat ini kapasitas Rusunawa Cinde sudah terisi lebih 90 persen sehingga Satgas Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto mempersiapkan gedung Balai Diklat sebagai gedung observasi jika Rusunawa Cinde penuh.

“Ada 51 kamar, kapasitas bisa 116 tempat tidur tapi harus diatur jangan sampai pasien positif berdekatan atau satu lantai dengan PDP atau OTG. Rusunawa Cinde penuh karena juga menampung tenaga kesehatan yang bertugas di sana, ada 38 tempat tidur di sana. Selain merawat pasien positif, juga ada OTG dan PDP,” katanya.

Gedung Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]
Saat ini, di Rusunawa Cinde tersisa dua tempat tidur saja sehingga pihaknya saat ini mempersiapkan gedung Balai Diklat. Di gedung Balai Diklat ada 10 kamar dengan 37 tempat tidur. Tak hanya merawat pasien positif Covid-19, nantinya di gedung Balai Diklat juga untuk merawat ODP dan PDP.

“Segera mungkin gedung Balai Diklat akan dipersiapkan. Nantinya ada 7 orang tenaga kesehatan yang akan bertugas 24 jam selama 14 hari dan akan berganti tim di hari ke 14. Dalam satu tim, ada satu dokter, dua bidan, tiga perawat, satu tenaga administrasi, di samping ada tenaga keamanan dan cleaning cervis,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar