Politik Pemerintahan

Rumah Terlanjur Dibongkar, Material Bangunan Program BSPS di Kota Mojokerto Tak Kunjung Datang

Caption : Dua rumah warga lingkungan Prajurit Kulo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang sudah dibongkar.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua rumah warga di Kota Mojokerto penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal bedah rumah bernasib tragis. Pasalnya, rumah sudah terlanjur dibongkar namun material bangunan tak kunjung datang.

Dua rumah tersebut milik Hadi Samporno (50) dan Novi Marstya Rini (41) warga lingkungan Prajurit Kulo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Lantaran tak kunjung diperbaiki, hingga kini kedua keluarga tersebut harus kos dan menumpang di rumah warga.

Hadi Samporno (50) mengaku, ia bersama istri dan dua anaknya harus menumpang di rumah tetangganya. “Sesuai musyawarah di kelurahan, tanggal 1 Oktober sudah mulai dibongkar dan tanggal 7 Oktober mulai dibangun. Rumah saya bongkar tanggal 3 Oktober,” ungkapnya, Sabtu (24/10/2020).

Masih kata Hadi, namun hingga saat ini rumahnya belum dibangun karena material bangunan belum datang. Sehingga ia harus menumpang di rumah salah satu tetangganya, baik menumpang untuk keluarganya dan barang-barangnya. Ini lantaran rumahnya sudah rata dengan tanah.

“Hingga sampai saat ini belum datang (material bangunan, red) dan juga belum ada tanda-tanda akan di bangun. Padahal rumah saya sudah rata dengan tanah. Saya sudah menandatangani surat dari provinsi soal pencairan uang sebesar Rp17,5 juta rupiah untuk pembangunan rumah,” katanya.

Hal yang sama dikatakan, Novi Marstya Rini (41). Ibu dengan empat anak ini juga mengalami nasib yang sama dengan Hadi Samporno. Untuk sementara waktu ia bersama suami dan empat anaknya harus kos di sebuah bangunan berukuran 3×4 meter karena rumahnya sudah dibongkar.

“Ini dulu juga sudah di survey dan didata, kalau nggak salah satu bulan yang lalu oleh petugas dari provinsi. Saya juga disuruh tanda tangan. Rumah saya dibongkar tanggal 4 Oktober lalu, ini sesuai hasil rapat. Sama dengan Mas Hadi, katanya tanggal 1 Oktober rumah sudah bisa di bongkar,” urainya.

Namun setelah rumahnya dibongkar pada tanggal 4 Oktober lalu, sampai saat ini material bangunan belum juga datang. Padahal, lanjut Novi, dari hasil musyawarah di Kelurahan Pulorejo tanggal 7 Oktober material bangunan sudah datang dan bisa digunakan untuk membangun rumahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mojokerto, Mashudi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan dan mempercepat proses bedah rumah. “Coba saya cek dulu, belum tahu, yang penting kita bantu percepatannya,” tegasnya.

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR). Dana bedah rumah lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) didapat dari dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp17,5 juta per unit yang disalurkan melalui rekening warga penerima bantuan.

Dari dana sebesar Rp17,5 juta yang masuk, dana tersebut tidak secara keseluruhan digunakan untuk bedah rumah. Melainkan, sebesar Rp15 juta untuk pembelian material atau bahan bangunan, sedangkan sisanya sebesar Rp2,5 juta digunakan untuk pembayaran ongkos tukang. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar