Politik Pemerintahan

Rumah Sakit Milik Mantan Bupati Lamongan Jadi Polemik

RS milik mantan Bupati

Lamongan (beritajatim.com) – Rumah Sakit Citra Medika milik mantan Bupati Lamongan, Fadeli, yang telah berdiri kokoh sejak 4 tahun lalu dan berlokasi di sebelah timur alun-alun kota, jalan Lamongrejo kecamatan Kota kabupaten Lamongan ramai dipersoalkan dan menimbulkan polemik di masyarakat dalam sepekan.

Pasalnya, Rumah Sakit yang berdiri di bekas lahan karaoke itu diduga tidak memiliki IMB, tidak sesuai tata ruang standar RS tipe C, syarat dan prosedurnya diduga tak sesuai dengan aturan, sering mengganggu pengguna jalan, bahkan tidak memiliki halaman sehingga nekad memakan jalan trotoar sebagai tempat parkir.

Diduga RS Citra Medika ini dibangun ketika Fadeli masih berkuasa, sehingga pelanggaran-pelanggaran RS ini mulai terbongkar pasca Fadeli lengser.

Firaz, selaku Direktur RS Citra Medika yang beberapa hari lalu ditemui oleh sejumlah jurnalis menolak untuk memberikan keterangan, dengan alasan ada agenda rapat.

“Iya, gak bisa, saya mau ada rapat jam satu, soalnya mendadak, dijadwal ulang saja,” kata Firaz

M Naim Wakil Ketua Komisi DPRD Lamongan

Sementara itu, DPRD Kabupaten Lamongan angkat bicara, Wakil Ketua komisi A DPRD Kabupaten Lamongan, M. Naim, berencana memanggil pemilik dan pihak terkait, termasuk direktur dan kepalanya yang tidak lain merupakan anak dan menantu sang mantan Bupati.

“Nanti kita rencana panggil pihak-pihak terkait agar tidak ada persoalan di kemudian hari, harus dikembalikan sesuai aturan, nanti kalau terbukti tidak sesuai ya kita carikan solusi,” ujar M. Naim, Senin (05/04/21).

Naim juga berjanji, pihaknya akan membeberkan jika nantinya ditemukan ada penyelewengan dalam berdirinya RS Citra Medika. Naim menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas bahkan merekomendasi untuk ditutup.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu (DPMPTSP), Agus Cahyono mengatakan, terkait soal perijinan yang telah dikeluarkan, kesemuanya atas dasar rekomendasi tim yang terdiri dari Dinas Permukiman, DLH, Dishub dan Satpol PP.

“Kami akan mengeluarkan ijin suatu bangunan, jika rekomendasi dari tim sudah clear,” ujarnya.

Selang beberapa hari kemudian, Wakil ketua Komisi A, M. Naim, yang pernah berani kritis, sekarang memilih diam, dan mengalihkan agar Ketua Komisi yang berbicara.

Demi terjadinya perimbangan berita, akhirnya jurnalis berhasil menghubungi Ali Machfud, Ketua Komisi A DPRD Lamongan melalui selulernya.

“Hearing Komisi A pada hari Kamis (08/04/21) kemarin menggali lebih banyak keberadaan pasar modern. Tetapi di akhir pertemuan memang sempat kita tanyakan ke DPMPTSP,  tentang ijin RS Citra Medika katanya sudah berijin dan masih aktif, ya sudah,” jawab Ali Machfud

“Kita juga tanyakan tentang lahan parkir katanya sudah disediakan disampingnya. Kami mohon maaf kami juga belum pernah lihat secara utuh bangunan RS itu hanya lihat dari jalan saja. Jadi intinya Komisi A belum ada agenda untuk menindak lanjuti perijinan RS Citra Medika, dan hanya sebatas klarifikasi ke DPMPTSP saja,” lanjut Ketua Komisi A DPRD Lamongan, agak berkelit, Kamis (15/04/2021).

Meski keberadaan RS Citra Medika menimbulkan pro kontra, namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan belum ada tindakan dan respon yang berarti dari pihak-pihak terkait, baik yudikatif maupun eksekutif. Bahkan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim), Dinas Perijinan, dan Dinas Kesehatan memilih menghindar dan bungkam. Seolah belum ada satupun yang berani memberikan keterangan terkait kebenaran status RS Citra Medika Lamongan. (riq/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar