Politik Pemerintahan

RSUD Prof Dr Soekandar Mojokerto Tambah Ruang Isolasi

RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per tanggal 17 Juni 2020, untuk pasien positif mencapai 105 orang. Naiknya jumlah pasien positif tersebut membuat RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto menambahkan ruang isolasi pasien positif virus corona.

Humas RSUD Prof Dr Soekandar, Isbahtul Khoirod mengatakan, pihaknya harus menambah ruang isolasi dikarenakan adanya penambahan jumlah pasien positif yang cukup signifikan sejak awal Juni 2020 lalu. “Karena sudah overload. Tadinya kita sediakan 51 tempat tidur sekarang kita tambah 31 lagi jadi 82 totalnya,” ungkapnya, Kamis (18/6/2020).

Masih kata Isbahtul, satu gedung di RSUD Prof Dr Soekandar difungsikan untuk merawat pasien positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Tak hanya itu, peningkatan signifikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 juga dikarenakan adanya rapid test massal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sejak beberapa waktu lalu.

“Gedung berantai tiga ini tadinya hanya satu lantai khusus merawat pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto, tapi sekarang semua lantai difungsikan. Ada 79 ruang isolasi pasien dewasa dan tiga ruang isolasi untuk pasien anak. Kenaikkan pasien positif mencapai 30 persen sampai 40 persen dari awal Juni sampai sekarang,” jelasnya.

Ia menyebutkan, secara umum Jawa Timur dan nasional rumah sakit rujukan Covid-19 memang penuh, termasuk di RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Sehingga pemerintah pusat, termasuk RSUD sendiri konsen dalam penambahan jumlah ruang isolasi maupun tenaga kesehatan khususnya perawat.

“Ini memang komitmen Pemkab Mojokerto untuk menanggani warga yang terpapar virus tersebut. Kalau awalnya itu ruang isolasi paru yang lantai 1, kemudian lantai 2 bedah, dan lantai 3 penyakit dalam sekarang diperuntukkan untuk Covid-19 semua. Saat ini, kita masih mengupayakan sarana prasarana maupun SDM nya,” ujarnya.

Yakni kesehatannya dan pengaturan jadwal jaga selama 24 jam. Rencananya, RSUD Prof Dr Soekandar akan menambah 28 tenaga perawat dan satu dokter umum untuk bertugas Unit Gawat Darurat (UGD). Isbahtul menambahkan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto terus memberikan back-up.

“Alhamdulilah backup dari pemerintah lewat gugus tugas cukup sementara, tapi tetap kalau ada masyarakat yang memberikan bantuan kami persilahkan,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar