Politik Pemerintahan

RPH Kota Malang Ajak Mahasiswa UB Kelola Limbah Jadi Energi Terbarukan

Malang(beritajatim.com) – Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Malang mengajak Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Malang untuk mengolah limbah RPH menjadi energi baru terbarukan.

Plt Dirut Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPah) Ade Herawanto mengatakan, karya tiga mahasiswa UB itu memanfaatkan air limbah RPH menjadi tenaga listrik. Karya Hendra Surawijaya dan Elfahra Casanza Amada (FKH) dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA) diberi nama SHOWER (Slaughtering House Waste Water).

“Tentu akan kami kaji lebih lanjut. Karena ini masih skala ujicoba, nanti akan disinkronkan sehingga lolos dan layak uji untuk skala produksi. Sepintas bisa diaplikasi tapi saat ini masih tahap protitipe,” kata Ade, Selasa, (9/7/2019).

Ade menyebut, bahwa kerjasama ini sebagai bagian dari action plan dalam rangka menindaklanjuti rencana kerjasama antara PD RPH dengan berbagai perguruan tinggi. Salah satunya adalah UB. Khususnya dalam inovasi ini sebagai kelanjutan MoU dengan Dekan FKH UB, MIPA serta berbagai fakuktas lainnya.

“Nanti kami kaji lagi di tim pakar. Saya punya tim pakar. Kalau bisa dimanfaatkan di skala produksi, akan kami terapkan. Setelah tiga atau enam bulan ada monev dan dikatakan berhasil, akan kami rekom untuk pemberdayaan masyarakat. Kami juga akan koordinasi dengan pihak berwenang terkait listrik karena negara yang mengelola kelistrikan,” papar Ade.

SHOWER merupakan inovasi rancang bangun alat pemanfaatan bakteri limbah air rumah potong hewan dengan konsep bernama Agar Salt Bridge. Teknologi SHOWER diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

SHOWER yang memanfaatkan limbah air bisa mengurangi pencemaran lingkungan sekitar sehingga bau limbah air yang tidak tidak sedap bisa menjadi alternatif energi baru dan terbarukan. Mekanisme kerja SHOWER sangat mudah, yaitu air limbah RPH yang telah diambil pada daerah Rumah Potong Hewan (RPH) ditampung ke dalam chamber penyimpanan.

“Pada chamber penyimpanan dicampur dengan Effective Microorganisme 4 (EM4) untuk menghilangkan bau pada air limbah. Air limbah yang sudah dicampur dengan EM4 dimasukkan ke dalam chamber kemudidan ditambahkan manitol salt agar dan garam elektrolit,” ujar Ketua Tim Hendra Surawijaya.

Bakteri akan mengoksidasi substrat dan menghasilkan elektron dan proton pada anoda. Elektron ditransfer melalui sirkuit eksternal, sedangkan proton didifusikan melalui separator membran manitol salt agar menuju katoda. Beda potensial elektron dan proton akan menghasilkan arus listrik.

“Energi listrik yang dihasilkan dari limbah air Rumah Potong Hewan dapat menjawab tantangan zero waste dan mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, alat ini juga sebagai sumber energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan, efisien, murah, dan mudah digunakan,” kata Hendra Surawijaya.

“Berdasarkan kelebihan tersebut alat ini memiliki potensi yang luar biasa untuk mengatasi ketenagalistrikan dan ketahanan energi di Indonesia sehingga mampu mewujudkan Sustainable Development Goals,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar