Politik Pemerintahan

Rp 842 M Dana APBD Jember Tak Digunakan

Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak Rp 842 miliar dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2020 tidak digunakan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan, alias menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa).

“Luar biasa. Silpa Jember tahun kemarin Rp 842,997 miliar. Ini sepertinya silpa tertinggi yang pernah dimiliki Pemkab Jember,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Kamis (3/6/2021).

Tahun 2016, silpa APBD Jember mencapai Rp 453 miliar. Tahun 2017, silpa bertambah menjadi Rp 617 miliar. Tahun 2018, silpa Jember Rp 713 miliar, dan silpa pada 2019 sebesar Rp 630 miliar.

Besarnya silpa ini menunjukkan sangat rendahnya serapan anggaran. “Karena memang secara de facto pada 2020 tidak ada Peraturan Daerah APBD. Semua memprediksi silpa Jember akan tinggi. Eksekutif tidak bisa membelanjakan APBD. Ini masih untung, terbantu anggaran Covid-19, meski kemudian anggaran Covid ini jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dengan jumlah besar,” kata Itqon.

Menurut Itqon, silpa Rp 842,997 miliar ini sudah dimasukkan sebagai asumsi pada APBD 2021 dengan angka Rp 800 miliar. “Saya berharap kepada Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Firjaun Balya Barlaman agar silpa ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Jember, utamanya pembangunan infrastruktur sesuai visi dan misi beliau: wis wayahe mbangun Jember,” katanya.

Kendati APBD 2021 terlambat disahkan, menurut Itqon, dengan semangat akselerasi, tak ada yang tak mungkin dalam pembangunan Jember. “Harapan saya agar ini segera dieksekusi, saya mohon kepada bupati Jember segera mendefinitifkan pejabat, terutama di level kepala dinas, supaya penggunaan anggarannya tak ada keraguan,” katanya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar