Politik Pemerintahan

Risma Ingin Tempat Ibadah Bisa Multifungsi

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki pandangan istimewa dan beberapa pesan terkait penggunaan masjid. Bagi dia, tempat ibadah ini tidak hanya untuk sholat dan mengaji, melainkan bisa digunakan untuk belajar mata pelajaran bahasa asing dan matematika.

“Bukan hanya sekadar masjid, tapi saya ingin semua masjid itu atau tempat ibadah bisa berfungsi macam-macam. Bisa berfungsi untuk belajar. Mimpi saya itu,” kata Wali Kota Risma.

Menurutnya, saat ini kenakalan yang terjadi pada anak usia remaja sangat luar biasa. Karena itu, anak-anak harus terus dilakukan pendampingan. Baik di sekolah, rumah, ataupun lingkungan tempat dia bermain harus selalu dilakukan pengawasan.

“Bahkan misalkan ada anak bergerombol, Bapak, ibu boleh menegurnya dan menanyakan kegiatannya,” pesannya.

Seperti malam hari, saat jam belajar mereka yang main boleh ditegur meskipun bukan anak sendiri. Tetapi, bagi Wali Kota Risma, anak-anak Surabaya sudah dianggap seperti anak kandung sehingga mereka merasa diperhatikan dan terpantau. “Saya titip Pak RT/RW, kalau jam belajar mereka masih main tolong diingatkan. Anggap mereka anak sendiri,” tuturnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu pun memastikan diri untuk langsung turun dan mendekatkan diri pada pelajar. Ia mendorong mereka agar terus rajin belajar, serta menekankan agar tak melakukan hal-hal negatif lainnya.

“Ayo anak-anakku! Kalian berhak sukses, tidak ada namanya orang bodoh atau pintar. Adanya malas dan rajin. Kalian harus jadi orang rajin !!,” kata dia.

Tidak hanya itu, swali kota yang menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini juga mengajak anak-anak untuk rajin cuci tangan.

“Ayo anak-anakku, kita harus rajin cuci tangan. Orang tuanya juga harus bisa cuci tangan yang benar. Pak RT/RW juga harus tahu,” pesan dia.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar